Polisi Hendak Menangkap Anak, Bapaknya Tewas Mendadak

Ghazali tewas mendadak. Pria berusia 67 tahun ini, meregang nyawa setelah rumahnya digerebek aparat Polsek Medan Timur yang hendak menangkap Saleh anak Ghazali, yang diyakini tidak bersalah.

Polisi melakukan penggerebekan di rumah Ghazali JalanAmpera III, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, pada Senin (7/1/2019) malam. Penggerebekan dikabarkan dilakukan setelah polisi menemukan sejumlah barang bukti sabu-sabu dan menangkap seorang warga berinisial AWPP alias Tama.

Saat penggerebekan, kepala lingkungan (kepling) setempat tidak berada di lokasi. Seorang warga, Novita, menyuruh sepupunya Saleh untuk memanggil sang kepling. Setelah memanggil kepling, Saleh kembali. Beberapa petugas mengejarnya. Belakangan disebutkan Saleh dituduh melakukan pelemparan terhadap polisi.

Novita mengakui ada aksi saling dorong antara petugas dan warga di belakang Masjid Jamik. “Tapi enggak tahu siapa yang melempar,” sebutnya.

Di lokasi itu, Gazali mencoba mempertahankan agar Saleh tidak dibawa petugas. Dia yakin putranya tidak bersalah.

Novita juga menyatakan sangat yakin sepupunya itu tidak bersalah. “Saya tanya apa salah adik saya? Dijawab mereka karena dia melempar batu. Saya bilang, tidak ada, karena saya suruh dia memanggil kepling,” jelas Novita.

Kepling setempat, Sumarni, membenarkan Saleh memang menjemputnya ke rumah saat penggerebekan terjadi. “Bu ada penggrebekan? katanya. Yuk Bu bonceng aja sama saya. Saya bilang, nggak usah, saya pergi sendiri saja. Nggak lama dia pergi, saya pun nyusul. Tahu-tahu dia dibawa polisi. Itulah mau dibawa, orang tuanya nggak terima. Saat itulah terjadi dorong-dorongan sama polisi, bapak itu (Gazali) ada sakit jantungnya. Dia enggak mau anaknya dibawa, tapi orang itu memaksa,” ungkap Sumarni.

Saat saling dorong terjadi, Ghazali terjatuh beberapa kali saat mempertahankan Saleh. “Kayak binatang kalian buat anak aku ya. Anak aku nggak salah, mau kalian bawa, apa salah anakku? Jangan kalian bawa anakku. Itu ucapan terakhirnya (Ghazali),” ungkap Novita.

Petugas meninggalkan Gazali yang kejang-kejang menahan sakratul maut. Keluarga membawanya ke rumah sakit, namun dia sudah meninggal dunia.

Pihak keluarga mengakui Gazali memiliki riwayat penyakit jantung. “Tapi sudah lama enggak kumat. Pas kejadian inilah dia kumat karena bolak-balik jatuh,” sebut Elita (54), keluarga korban.

Jenazah Gazali disemayamkan di rumah duka dan dikuburkan di perkuburan muslim. Warga terus berdatangan melayat dan mengebumikannya.

Wakapolrestabes Medan AKBP Rudi Rifani dan Kapolsek Medan Timur kompol M Arifin juga datang ke lokasi. Rudi mengakui penggerebekan itu dilakukan anak buahnya.

Namun, Rudi belum dapat memastikan penyebab meninggalnya Ghazali. “Mungkin orang tuanya melihat pada saat anaknya yang kita duga ada terlibat penyalahgunaan narkoba. Anggota kita pada saat membawa, jadi masyarakat menghalangi sedikit, bukan masyarakat sini,” katanya.

Rudi mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan mendalam terkait kejadian itu. Para petugas yang ada di TKP juga akan diperiksa. “Kita lakukan pemeriksaan dulu, artinya supaya clear dulu, minta keterangan dulu siapa yang di tempat kejadian,” ucapnya.

You might also like