Polisi dan BKSDA Sumut Tangkap Pedagang Satwa Dilindungi

Polda Sumatera Utara bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut berhasil mengungkap kasus perdagangan satwa. Selain mencokok seorang tersangka, polisi mengamankan sejumlah satwa langka yang hendak dijual.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan adanya penangkapan tersebut. Hasil penyelidikan, anggotanya dan petugas BKSDA Sumut menciduk penjual satwa langka dilindungi. “Penangkapannya di Deliserdang, di tempat kediaman tersangka,” ujar Tatan, Jumat (11/1/2019).

Identitas tersangka yakni bernama Arbian (25), warga Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang. Dalam rumahnya, petugas menemukan barang bukti tiga ekor anak elang brontok, tiga anak kucing akar dan tiga ekor anak lutung, yang kemudian turut diamankan. “Modusnya, tersangka menjual satwa dilindungi ini melalui media sosial dengan menggunakan nama samaran,” katanya.

Tatan menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal setelah petugas menyamar dengan berpura-pura menjadi pembeli. Saat akan bertransaksi, tersangka langsung diamankan berikut dengan barang buktinya. “Dia menjualnya dengan harga bervariatif, mulai dari Rp200.000 hingga Rp450.000 untuk tiap ekornya,” ucapnya.

Pengakuannya, dia mendapat satwa dilindungi itu dengan membelinya dari seorang nelayan. Untuk tiap satwa langka itu dia merogoh kocek Rp25.000-Rp75.000. “Atas perbuatannya, tersangka akan kami jerat dengan Pasal 21 Ayat (2) huruf a jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem,” tukasnya.

You might also like