KPK IKLAN

Mengerikan! Sekeluarga di Bali Terjun ke Jurang, 2 Tewas 3 Kritis

Tragis! Lima orang dalam sekeluarga terjun ke jurang sedalam 18 meter. Insiden mengerikan ini menewaskan dua orang, tiga lainnya kritis.

Tragedi terjun ke jurang itu terjadi di jalur maut kawasan Jalan Raya Singaraja-Denpasar, Bali. Sekeluarga, lima orang yang mengendarai sepeda motor, Sabtu (12/1/2019) menjelang malam, melintas di jalur maut itu. Sepeda motor mereka terjun bebas ke jurang sedalam 18 meter.

Informasi diperoleh, Minggu (13/1/2019), lima orang sekeluarga tersebut yakni Failasuf Mascatty (39), istrinya Alihidayah (37) dan tiga anaknya masing-masing Zahirah Mascatty (6), Zaheen Mascatty (5) dan Zafira Mascatty (2). Dalam insiden ini, Alihidayah dan putrid bungsunya Zafira Mascatty meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Failasuf bersama dua lagi putrinya dalam kondisi kritis dilarikan warga ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Buleleng.

Sebelum kejadian, awalnya sekeluarga itu mengendarai sepeda motor DK DK 4788 AAA, melaju dari arah Denpasar menuju Singaraja. Sepeda motor itu dikemudikan oleh Failasuf Mascattywarga Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja. Saat itu, Failasuf tak sendiri. Ia membonceng istrinya, Alhidayah. Termasuk mengajak tiga orang putrinya yakni Zahirah Mascatty, Zaheen Mascatty dan Zafira Mascatty.

Semula keluarga ini hendak menuju ke Seririt, karena ada acara keluarga. Biasanya mereka melintas melalui jalur Jalan Raya Seririt-Denpasar via Banyuatis. Tak diketahui pasti mengapa mereka memilih lewat Desa Gitgit. Saat melintas di depan SDN 4 Gitgit, tiba-tiba sepeda motor yang dikemudikan Failasuf, tak bisa dikendalikan. Semestinya saat itu sepeda motor menikung ke kanan, tapi malah lurus hingga terjun bebas ke jurang sedalam 18 meter. Mereka terhempas hingga ke halaman rumah warga Made Ardana, yang kebetulan berada di dekat dasar jurang.

Kasat Lantas Polres Buleleng AKP Putu Diah Kurniawan mengatakan, saat kejadian kondisi jalan memang cukup licin, setelah diguyur hujan lebat. Selain itu muatan kendaraan yang melebihi kapasitas, diduga turut memengaruhi insiden kecelakaan maut itu.

Diah mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kejadian. “Kendaraan malam ini masih di TKP, belum bisa dievakuasi. Besok (Minggu-red) ke TKP, sekaligus memeriksa kendaraan. Belum bisa disimpulkan, apakah ini faktor kendaraan atau human error,” jelas AKP Putu Diah Kurniawan seraya menghimbau masyarakat agar mentaati peraturan berlalu-lintas.

You might also like