PELECEHAN SEKS ANAK

Mantan Wakil Bupati Malang Segera Diadili di PN Tipikor Surabaya

Mantan Wakil Bupati Malang, Ahmad Subhan segera diadili terkait dugaan suap pengurusan izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto. Subhan akan disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jawa Timur.

Selain Ahmad, empat tersangka lain juga akan menjalani sidang. Mereka di antaranya Direktur Operasi PT Protelindo, Onggo Wijaya; Permit & Regulatory Head Tower Bersama Group, Ockyanto; Direktur CV Sumajaya Citra Abadi, Achmad Suhawi; dan swasta atau penyedia jasa di PT Tower Bersama Group, Nabiel Titawano.

Keterangan diperoleh, Sabtu (5/1/2019), pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menyiapkan 46 saksi untuk membuktikan kesalahan keempat tersangka. Saksi-saksi berasal dari beberapa instansi.

“Penyidikan untuk lima tersangka telah selesai. Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan lima tersangka sidang akan dilakukan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah, di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Para saksi yang akan dihadirkan antara lain Vice President Planning Telkomsel; Vice President Director dan karyawan PT Protelindo; Direktur PT Tower Bersama; Division Head Finance and Treasury PT. Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Grup),  dan Project Management Division Head PT. Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Grup).

“Kemudian karyawan PT. Ardi Ardana Sembada Karya; Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah Kabupaten Mojokerto; Mantan Kepala BPTPM Kabupaten Mojokerto; PNS Dinas Koperasi UMKM Kota Kediri, dan Satpol PP Kabupaten Mojokerto,” ucap Febri.

KPK sebelumnya menetapkan Bupati nonaktif  Mojokerto Mustofa Kamal Pasa sebagai tersangka dalam dua perkara, yaitu dugaan suap terkait izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015 dan gratifikasi.

Selain Mustofa, penyidik juga menetapkan tersangka atas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mojokerto, Zainal Abidin; Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Grup, Ockyanto; dan Direktur Operasi PT Protelindo Onggo Wijaya.

Namun, pada pengembangan kasus, penyidik kembali menetapkan tiga tersangka lain yakni Wakil Bupati Malang sekaligus Direktur CV Central Manunggal, Ahmad Subhan; Direktur PT Sumawijaya, Achmad Suhawi; dan satu pihak swasta Nabiel Titawano.

Dalam kasus suap pembangunan menara telekomunikasi, Mustofa diduga menerima suap sebesar Rp2,7 miliar. Sementara pada kasus dugaan gratifikasi terkait proyek di lingkungan pemerintahan Kabupaten Mojokerto, Mustofa bersama Zainal diduga menerima Rp3,7 miliar.

You might also like