KPK IKLAN

Longsor Gara-Gara Proyek Rel Kereta Api Di Sukabumi Makan Korban

 Longsor yang terjadi di proyek double track Kereta Api (KA) Bogor-Sukabumi, memang menimbulkan beberapa spekulasi.

Salah satunya, terkait pola pengamanan di area proyek yang mengakibatkan Muhamad Rifki (10) meninggal dunia akibat tertimbun material longsor.

Namun, perwakilan PT Bogowonto Jaya Perkasa, Mustono sebagai pelaksana proyek mengklaim, sudah menerapkan prosedur keamanan di area proyek. Bahkan, di area proyek sudah dipasangi safety line berupa pemasangan police line.

“Selain itu, pekerja di lapangan juga selalu mengingatkan warga terutama anak-anak untuk tidak bermaindiareaproyek,” katanya.

Meski demikian, pihaknya mengaku akan bertanggungjawab dan memberikan santunan kepada seluruh korban baik yang meninggal dunia, ataupun mengalami luka-luka akibat tertimbun material longsor.

Kami sudah berkomitmen akan menanggung seluruh biaya pengobatan dan uang duka untuk keluarga korban,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Edi Nursalam mengatakan, pihaknya mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya M Rifki.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Ini musibah untuk kita semua. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin mengamankan lokasi karena memang, ini titiktitik rawan longsor dan kontur tanahnya berbukit,” kata Edi saat menghadiri pemakaman M Rifki di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pojokhanjuang, Desa Nangerang, Kecamatan Cicurug, Jumat (11/1) pagi.

Menurutnya, lokasi pengerjaan proyek double track tersebut, merupakan lokasi terlarang dimasuki sembarangan orang.

“Namun, warga tetap ada saja yang masuk ke area proyek. Terutama, anak-anak dengan alasan tidak punya tempat bermain. Bahkan, pada saat kejadian juga, petugas berulang kali memperingati anak-anak agar tidak bermain. Malah empat kali, tapi tetap datang lagi,” tandasnya.

Sementara itu, isak tangis keluarga dan tetangga pun pecah mengiringi jasad Rifki untuk terakhir kalinya.

“Proses pemakaman anak bungsu saya selesai pukul 08.30 WIB serta dihadiri Direktur Keselamatan Perkeretaapian serta Muspika Cicurug,” singkat Heri Supriadi (41) ayah kandung korban.

You might also like