PELECEHAN SEKS ANAK

Kerabat Bupati Samosir Dijebloskan Jaksa ke Rutan Pangururan

Kasus Penganiayaan Aktivis Lingkungan Hidup Danau Toba

Kejaksaan Negeri Samosir akhirnya mengkarengkeng JS di Rutan Pangururan. Kerabat Bupati Samosir itu dijebloskan ke penjara itu setelah Polres Samosir melimpahkan perkara terkait penganiayaan Sebastian Hutabarat, aktivis lingkungan hidup di kawasan Danau Toba.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Samosir, Aben Situmorang, Kamis (24/1/2019) sore menyebut JS sudah ditahan di Rumah Tahanan Pangururan pada Rabu (23/1/2019). Penahanan dilakukan setelah pihaknya menerima berkas P-21, berupa barang bukti dan tersangka atas nama JS dari kepolisian yang diserahkan personel Satuan Reskrim Polres Samosir.

Barang bukti yang diterima berupa satu kaus warna cokelat dengan bercak darah dan satu kaus berkerah warna merah maron dalam kondisi robek. “Sudah lengkap berkas perkara, tersangka kita tahan. Tersangka cukup kooperatif,” kata Aben.

Penahanan dilakukan selama 20 hari sejak tersangka diterima. Selama itu pula, jaksa penuntut menyempurnakan surat dakwaan sebelum kemudian dilimpahkan ke pengadilan. “Dalam masa 20 hari itu kita sempurnakan dakwaan dan kemudian kasus ini segera kita limpahkan ke pengadilan untuk dilakukan proses persidangan perkara,” ungkap dia.

Terkait kasus ini, JS dijerat melanggar Pasal 170 Ayat 1 subsider Pasal 351 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Kasus penganiayaan terjadi 15 Agustus 2017 silam. Sebastian dianiaya JS ketika itu melakukan pengamatan terhadap penambangan batu dengan stone crusher di Desa Silimalombu, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir. JS sendiri dketahui kerabat dari Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, merupakan pemilik usaha pertambangan tersebut.

You might also like