Jaksa Menahan, Bupati Mencopot

Soedarsono Jadi Tersangka Korupsi Dana PDAM Ende

Soedarsono diperiksa secara marathon di Kejaksaan Negeri Ende. Dirut PDAM Ende itu ditahan bersama seorang Staf Penagihan, MKW. Keduanya ditahan sejak Selasa (22/1/2019) terkait tindak pidana korupsi.

Kepala Kejari Ende, Sudarso SH MH mengatakan, keduanya diduga melakukan korupsi dana pungutan pemasangan jaringan atau sambungan rumah (SR) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada 2015 silam.

“Keduanya diduga melakukan persekongkolan dalam menggunakan uang hasil penagihan terhadap 1.500 calon pelanggan PDAM, yang merupakan masyarakat berpenghasilan rendah, sebesar Rp 500 ribu, dari subsidi harga pemasangan per pelanggan sebesar Rp1,5 juta,” terangnya, Kamis (24/1/2019).

Dari dana yang ditagih dari masyarakat sebesar Rp388,5 juta, kata Sudarso, MKW menggunakan uang tersebut sebanyak Rp288,5 dan S selaku Dirut PDAM menggunakan dana lebih dari Rp100 juta. “Uang yang ditagih dari masyarakat tersebut tidak disetor ke kas negara, tetapi dipergunakan untuk kepentingan pribadi. Keduanya kami tahan selama 20 hari ke depan, untuk menjalani proses hukum selanjutnya di pengadilan Tipikor Kupang,” jelasnya.

Sudarso mengatakan, akibat perbuatannya, kedua tersangka didakwa melanggar Pasal 2 Ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 20 Tahun 2001, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sehari pasca penahanan, Bupati Ende, Ir Marsel Petu langsung mencopot Soedarsono dan menunjuk penggatinya Cosmas Nyo SH yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) dan juga Plt Asisten II Setda.

“Iya yang bersangkutan dibebaskan dari jabatan agar yang bersangkutan berkonsentrasi menyelesaikan masalah hukum yang sedang dia hadapi dan sebagai pengganti saya mempercayakan kepada Plt Asisten 2, Kosmas Nyo. Barusan saya umumkan dalam rapat,” kata Bupati Marsel.

You might also like