KPK IKLAN

Ini Daftar Nama 31 Koruptor Buronan Kejati Sulsel

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan tengah memburu 31 buronan kasus korupsi yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Para bandit rasuah itu sudah bertahun-tahun bersembunyi.

            Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Tarmizi mengatakan dari 31 buron tersebut, dua di antaranya merupakan DPO Kejati Sulsel. Mereka adalah Soedirjo Aliman alias Jen Tang yang merupakan tersangka kasus penyewaaan lahan negara dan Rosdiana Hadris, tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan lahan underpass Bandara Sultan Hasanuddin. “DPO tahap penyidikan di Kejati ada dua. Sementara di Kejari Makassar ada dua DPO juga,” kata Tarmizi saat menggelar konferensi pers catatan akhir tahun di aula Kejaksaan Tinggi Sulsel, Senin (31/12/2018).

Tarmizi mengatakan dua DPO di Kejaksaan Negeri Makassar itu ialah Iqbal Lewa, tersangka kasus korupsi pembangungan gedung PN Makassar pada tahun 2007 silam. Sementara satu DPO lainnya bernama Ahmad Rusdi.

Iqbal dan Rusdi merupakan terpidana korupsi yang sudah berstatus inkrah. Keduanya divonis enam tahun penjara oleh Mahkamah Agung setelah melakukan kasasi. Terkhusus Iqbal, dia sudah melarikan diri sejak tahun 2010 silam.  “Ini DPO dalam tahap eksekusi. Sejak 2010, Iqbal melarikan diri, sedangkan Ahmad Rusdi sejak tahun 2016,” ungkap Tarmizi.

Tarmizi mengatakan hingga saat ini pihaknya terus melakukan perburuan untuk melacak keberadaan para buron kasus korupsi ini. Iqbal Lewa yang juga merupakan Direktur PT Murni Palessu Putra ini diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp1,6 miliar.

Selain empat DPO di atas, DPO Kejaksaan lainnya yang belum ditangkap pada tahun 2018 ini berasal dari kabupaten lain. Selama tahun 2018, Kejati juga menangkap 24 DPO kasus korupsi yang tertangkap termasuk Direktur Utama PT Citratama Timurindo Taufhan Anzar Nur.

Berikut nama-nama DPO kasus korupsi di Sulsel dan Sulbar:

  1. Mubassir (DPO Kejari Parepare. Divonis 1 tahun penjara dan denda Rp30 juta).
  2. Boni Tabrani (DPO Kejari Bone, Divonis 3 tahun pada tahun 2015).
  3. Syamsuddin Abbas (DPO Kejari Bone, Divonis 4 tahun penjara pada tahun 2013).
  4. Fahruddin (Divonis 1 tahun 2 bulan pada tahun 2018).
  5. Sony Putra Samapta (Divonis 5 tahun penjara pada tahun 2017).
  6. Hj. Ani (Divonis 8 tahun penjara, DPO Kejari Mamuju).
  7. Marliadi Pasrah (DPO Kejari Mamuju).
  8. Abdul Makmur (Divonis 8 tahun penjara).
  9. Arwin bin Mappiasse (DPO Kejari Palopo, divonis 1 tahun penjara).
  10. Risman alias Manne (DPO Kejari Mamuju. Divonis 5 tahun penjara)..
  11. Jamal Stansa (DPO Kejari Mamuju).
  12. Amir Hamzah Ambo (DPO Kejari Mamuju).
  13. Rusmandi Candra (DPO Kejari Mamuju).
  14. Ronny Candra (DPO Kejari Mamuju).
  15. Tuppu Darman (DPO Kejari Barru).
  16. Qenardy alias Ayong Lussu (DPO Kejari Barru).
  17. Juliadi bin Abd Hakim (DPO Kejari Barru).
  18. Munir bin Sennang (DPO Kejari Barru).
  19. Arjuni bin Canggolong (DPO Kejari Barru).
  20. Hamka (DPO Kejari Barru).
  21. Abdul Mud. A Sayuti (Luwu Utara).
  22. Hamnir alias Yustika (Luwu Utara).
  23. Petta Paranna (DPO Kejari Selayar).
  24. Anwar (DPO Kejari Selayar)
  25. Daming (DPO Kejari Luwu)
  26. Abd Hamid Awing bin Benggo (DPO Kejari Bantaeng).
  27. Kamaluddin Dalle (DPO Kejari Sidrap).
  28. Soedirjo Aliman alias Jen Tang (kasus penyewaaan lahan negara)
  29. Rosdiana Hadris (kasus dugaan korupsi pembebasan lahan underpass Bandara Sultan Hasanuddin)
  30. Iqbal Lewa (tersangka kasus korupsi pembangungan gedung PN Makassar)

31. Ahmad Rusdi (tersangka kasus korupsi pembangungan gedung PN Makassar)

You might also like