Ibu Bunuh Bayi Ternyata Karena Kesal Sama Mantan Suami Keduanya

Sakit hati menjadi alasan bagi Rosita untuk menyiksa putrinya kandungnya yang masih berusia 1,5 tahun, Quenna Lasita Ramadani. Ibu paruh baya ini menganiaya Quenna hingga meregang nyawa karena sakit hati kepada ayah balita tersebut, yang merupakan mantan suami keduanya. Setiap emosi, Rosita meluapkan kekesalannya dengan memukuli Quenna.

Malam Jumat (18/1/2019) kemarin, Rosita tak bisa lagi menjadikan Quenna sebagai tempat pelampiasan emosinya. Soalnya, Quenna sudah menghadap Sang Kuasa. Kabar penyiksaan bayi hingga tewas ini sempat membuat geger warga Kampung Gebang, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Jatiuwung Kompol Eliantoro Jalmaf mengatakan, dari hasil pemeriksaan, motif Rosita menganiaya anak kandungnya karena sakit hati kepada ayah balita tersebut, yang merupakan mantan suami keduanya. Setiap emosi, pelaku meluapkan kekesalannya dengan memukuli korban, Quenna Lasita Ramadani. “Pelaku memukuli korban dengan tangannya sendiri. Korban ini anak kedua dari suami keduanya yang berasal dari Palembang,” kata Eliantoro Jalmaf, Sabtu (19/1/2019).

Eliantoro mengatakan, menurut pengakuan pelaku, dia sudah sering menganiaya putri kandungnya. Bahkan, sering kali tangannya sampai terasa sakit karena terlalu kerasa memukul anaknya.

“Jadi kalau dia jengkel, marah, langsung meledak-ledak. Pelaku meluapkan kemarahannya dengan memukuli korban. Bahkan pengakuan tersangka, setiap dia memukuli anaknya, tangannya sampai terasa sakit,” ujarnya.

Eliantoro mengatakan, pelaku diketahui sudah dua kali bercerai. Saat ini, pelaku sudah menikah lagi dengan suami yang ketiganya. Namun, dari hasil pemeriksaan, suami ketiganya saat ini tidak mengetahui perbuatan keji istrinya kepada anak kandungnya. “Kami masih akan memeriksa kondisi kejiwaan pelaku,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan pasal berlapis, yakni Perlindungan Anak maupun Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). “Tersangka diancam dengan hukuman penjara selama 15 tahun,” katanya.

 

You might also like