Gerakan Mendongkel Yusril Yang Nyebrang Ke Joko Widodo

Wacana muktamar luar biasa Partai Bulan Bintang (PBB) untuk menggulingkan posisi Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra bergulir. Muktamar luar biasa ini bergulir setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB yang dipimpin Yusril memutuskan dukungan ke pasangan calon (paslon) nomor 01 Jokowi-Ma’ruf melalui rapat pleno DPP PBB pada 19 Januari 2019 lalu.

Salah satu calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari PBB daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VI (Depok-Bekasi), Habib Muchsin Alatas, mengakui ada langkah persiapan muktamar luar biasa PBB tersebut. Hal ini terkait sikap politik caleg PBB yang masih memegang hasil Ijtima’ Ulama yang mendukung paslon nomor 02 Prabowo-Sandi.

“Di antara yang kita dorong saat ini adalah soal muktamar luar biasa. Tapi yang berhak memutuskan itu adalah Majelis Syuro dan Dewan Syariah,” kata Habib Muchsin kepada wartawan, Selasa (29/1).

Ia menyebut komunikasi terkait mempersiapkan hal itu telah dipersiapkan, dan ada timnya yang sekarang sudah berkomunikasi dengan Majelis Syuro, Mahkamah Partai, dan para wali amanah yang ikut mendirikan PBB.

“Kita (caleg PBB pendukung hasil ijtima’ ulama) akan dorong agar bikin sikap taktis dan strategis secepat mungkin, bila tidak kita akan melepaskan keanggotaan dari PBB,” ujarnya.

Penegasan yang sama disampaikan caleg PBB untuk DPR dari Dapil Sumbar I, Irfianda Abidin. Menurut Irfianda Yusril sebagai ketua umum telah mengabaikan keputusan Majelis Syuro untuk mengikuti hasil ijtima’ ulama dengan mendukung paslon nomor 02.

Dengan demikian, kata dia, para caleg PBB yang masih memegang keputusan Majelis Syuro menginginkan adanya muktamar luar biasa untuk mengganti Yusril. Ia mengungkapkan hampir semua caleg PBB terutama yang mengikuti keputusan Majelis Syuro sepakat perlu ada pergantian pimpinan. Dan saat ini sudah ada calon yang bersedia mengganti posisi Yusril. Tinggal bagaimana mekanisme organisasi kepartaian.

“Secepatnya akan kita persiapkan untuk menuju muktamar luar biasa PBB ini,” kata dia.

Yusril Ihza Mahendra dan Joko WidodoIrfianda mengaku informasi muktamar luar biasa ini juga sudah mendapat persetujuan dari beberapa anggota Majelis Syuro dan tokoh pendiri PBB. Ia berharap bila memang rencana muktamar luar biasa ini terselenggara, setidaknya sebelum pilpres muktamar luar biasa sudah bisa digelar.

Anggota Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) yang juga calon anggota legislatif dari Partai Bulan Bintang (PBB), Habib Muhsin bin Ahmad Al-Attas menyerahkan surat pengunduran diri keanggotaan dari Partai Bulan Bintang (PBB). Surat pengunduran diri tersebut diserahkan Habib Muhsin yang datang langsung ke DPP PBB pada Rabu (30/1) sore.

Habib Muhsin pun menjadi anggota PBB yang pertama mengajukan surat pengunduran diri pascakeluarnya maklumat Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang menyerukan agar anggota FPI mundur dari PBB.  “Kedatangan saya untuk mengundurkan diri dari keanggotaan PBB, dan sekaligus manakala bisa diproses oleh DPP PBB untuk pengunduran sebagai calon legislatif,” kata Habib Muhsin kepada wartawan.

Habib Muhsin mengatakan langkahnya yang memutuskan mundur dari PBB lantaran kecewa dengan berubahnya sikap politik partai yang diketuai Yusril Ihza Mahendra jelang Pilpres 2019. Di mana jelas Habib Muhsin, PBB telah memutuskan untuk mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Menurut Habib Muhsin, sikap politik PBB tersebut sudah tak sesuai terutama dengan hasil ijtima’ ulama. Habib Muhsin juga menyampaikan dirinya telah mengkaji berbagai konsekuensi atas pengajuan pengunduran dirinya dari keanggotaan partai.

“Terserah pada mekanisme hukum, yang jelas kami sudah tak bertanggung jawab lagi,” katanya.

Diketahui sebelumnya Rizieq menyerukan agar semua caleg PBB mengundurkan diri menyusul sikap PBB yang memberikan dukungan kepada pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin untuk Pemilihan Presiden April mendatang. “Maka diserukan kepada segenap aktivis FPI dan sayap juangnya beserta semua Simpatisan FPI dan seluruh Umat Islam pendukung “Hasil ljtima’ Ulama” dimana pun berada, yang menjadi “Pengurus atau Caleg PBB” untuk segera mengundurkan diri massal dari kepengurusan maupun caleg PBB,” kata Habib Rizieq dalam keterangan pers Maklumat PA 212, Senin (28/1) kemarin.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.