Gara-gara Rp 2 Ribu, Ayah Anak Ditangkap di Aceh Utara

Pulaknya Bawa dan Jual Eceran Ratusan Tabung Gas Bersubsidi Tanpa Dokumen

Ayah dan anaknya ditangkap Reskrim Polres Aceh Utara. Keduanya membeli gas bersubsidi Rp 18.000 pertabung, lalu menjualnya secara eceran Rp 20.000. Gara-gara cari untung Rp 2 ribu per tabung itulah, keduanya ditangkap.

Ayah dan anaknya itu adalah IA dan MR. Mereka dicokok karena mengangkut 160 tabung gas 3 kilogram bersubsidi tanpa dilengkapi dokumen sah, Sabtu (26/1/2019). Mereka mengangkut tabung gas dengan mobil pick up BL 8324 AK.

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Rezki Kholidiansyah mengatakan, keduanya ditangkap saat melintas di Jalan Keude Leubok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. “Polisi menghentikan mobil itu yang sedang melintas. Selama ini, keluhan masyarakat memang soal kelangkaan gas bersubsidi itu, kami periksa dan ternyata tak bisa menunjukkan surat distribusi dan lain sebagainya,” ujar Rezki, Sabtu (26/1/2019) sore.

Ia mengatakan, IA dan MR menjual tabung gas bersubsidi secara eceran di sejumlah kawasan di Aceh Utara di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Pertamina. Selama ini, pihaknya juga kerap mendapat laporan tentang tingginya harga gas di kawasan tersebut. “Ketika mobil pengangkut 160 tabung itu melintas di Kecamatan Tanah Jambo Aye, salah satu personel kami menghentikan laju mobil tersebut, meminta kelengkapan surat dan dokumen,” kata dia.

Setelah itu, polisi langsung membawa keduanya ke Mapolres Aceh Utara beserta mobil berisi ratusan tabung gas bersubsidi.

Tabung gas itu dibeli di sejumlah pangkalan di Aceh Timur dengan harga Rp 18.000. Kemudian, mereka menjual lagi secara eceran ke sejumlah pedagang kecil di Aceh Utara. “Pengakuannya dibeli dari tiga pangkalan, lalu dijual Rp 20.000 per tabung di Aceh Utara,” ujar Rezki seraya menyebut keduanya

dijerat dengan Pasal 53 huruf (b) dan d UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman empat tahun penjara.

 

You might also like