PELECEHAN SEKS ANAK

Gadis Belia Disekap Lalu Diperkosa 3 Pria, Ini Otak Pelakunya

Rahmat memang kurang ajar. Lajang 19 tahun ini merupakan dalang penyekapan seorang gadis belia. Ia juga mengajak dua temannya untuk memperkosa gadis yang disekap itu.

Pelarian Rahmat berakhir setelah diringkus Tim Jatanras Polrestabes Makassar, Senin (14/1/2019). Ia dicokok dari salah satu rumah sakit umum di Kota Makassar. Rahmat terpaksa ditembak lantaran berusaha melompat dari mobil saat akan digelandang ke kantor polisi.

 

Rahmat, merupakan dalang dari aksi penyekapan dan pemerkosaan terhadap gadis belia berusia 14 tahun. Setelah puas melancarkan aksi bejatnya, Rahmat meninggalkan korban bersama kedua rekannya di sebuah ruko. Kedua rekan Rahmat yang diketahui bernama Saleh (20) dan Amir (40) sebelumnya telah diamankan oleh polisi.

Tersangka Rahmat saat dibekuk polisi. (Foto;Inews)

Menurut Rahmat, dia berkenalan dengan korban AD melalu jejaring facebook. Selama sepekan mereka berdua berkomunikasi melalui pesan chat facebook, hingga akhirnya mengajak korban untuk jalan berdua. “Malam itu saya janjikan dia untuk main di Pantai Losari. Terus karena sudah malam saya bawa ke ruko (tempat kerja Rahmat). Saya tidur dengan dia di situ. Terus jam empat pagi, saya pergi meninggalkan dia karena harus ke rumah sakit,” kata Rahmat, saat diinterogasi.

Namun demikian, Rahmat menampik jika dirinya merupakan otak penyekapan itu. Menurutnya, rekannya Saleh yang punya rencana untuk memperkosa dan menyekap korban. Termasuk, mengancam korban agar mau melayani nafsu bejatnya dengan senjata tajam. “Itu Saleh semua pelakunya pak. Saya tidak tahu kalau dia mau memperkosa cewek itu,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Ahmad Syah Jamal, anggotanya berhasil mengetahui keberadaan Rahmat. “Sejak kemarin pagi menunggu tersangka keluar dari rumah sakit, dan akhirnya berhasil meringkus tersangka. Rahmat merupakan dalang dari penyekapan seorang gadis belia hingga menjadi korban tindakan asusila bersama dua orang rekannya,” katanya.

Usai mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, Rahmat langsung digelandang ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, untuk diproses lebih lanjut. Ia dijerat melanggar Pasal 285 KUHPidana dengan hukuman seberat-beratnya 12 tahun penjara.

You might also like