Empat Sindikat Perdagangan Wanita Dibekuk Polres Cirebon

Satuan Rederse Kriminal Polres Cirebon mengungkap perkara tindak pidana traficking (perdagangan orang) yang dilakukan empat tersangka, di antaranya, Radiya, Juni Susilowati, Casila, Agus Trio Hartono.

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto mengatakan kejadian berawal pada tanggal 27 November 2018 sekira pukul 08.00 WIB. Korban perempuan cantik bernama Dewi Purnamasari (17) direkrut tersangka Radiya guna mendaftarkan diri sebagai calon TKI dengan tujuan ke negara Malaysia melalui PT. Nurfauzan Sejatera Cabang Cirebon.

“Tersangka Juni S selaku Kepala Cabang PT. Nurfauzan Sejatera Cabang Cirebon dengan persyaratan yang di gunakan ijazah atas nama Dewi Purnamasari, KK, akte lahir atas nama Dewi Purnamasari, surat keterangan dari Kecamatan Gegesik,” Kata AKBP Suhermanto kepada wartawan.

Usia Dewi Purnamasari tercantum lahir 27 Sepetember 2001, tersangka Juni dengan Radiya memalsukan indentitas korban dengan meminta bantuan Casila membuat dokumen palsu yang diperlukan.

“Casila membuat dokumen palsu surat keterangan lahir, akta kelahiran dan KK mencantumkan korban lahir 27 September 1997 serta mencantumkan NIK,” Kata Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto, Senin (31/12/2018) petang saat ekspose akhir tahun di Makopolres Cirebon.

Tersangka Casila, lanjutnya, membuat dokumen palsu meminta bantuan kepada Agus Trio Hartono dan membuatnya di rumah Casila dengan menggunakan alat – alat yang telah disediakan tersangka Casila.

Dokumen palsu tersebut dipergunakan untuk mengurus Surat Rekomendasi dan Kartu Indentitas Tenaga Kerja Indonesia di Kantor Layanan Terpadu Satu Atap Kabupaten Cirebob untuk mengurus pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Cirebon.

Korban mengikuti pelatihan di BLKLN PT. Tiara Mas Rona Gemilang berkantor di Beber. Belum sempat berangkat menjadi TKI ke negara Malaysia, karena bermasalah dengan dokumen palsu yang diketahui petugas Polres Cirebon hingga empat tersangka ditamgkap.

“Akibat perbuatanya tersangka terjerat pasal Traficking, perdagangan orang, Pasal 4 Jo Pasal 6 Jo Pasal 11, Pasal 13 Jo 19 UU. RI No.21 tahun 2017 dengan ancaman hukuman minimal 3 maksimal 15 tahun,” pungkasnya.

You might also like