Ekstasi Oplosan Berbahan Sabu Beredar di Aceh

Pil ekstasi diduga oplosan bahan baku sabu sudah beredar di Aceh.  Polres Aceh Utara berhasil menangkap jaringan pengedar pil haram tersebut. Tersangka Muzakir, warga Kecamatan Nibong, tak berdaya saat dicokok polisi ketika hendak transaksi ekstasi dengan pemesannya.

Informasi diperoleh, Jumat (11/1/2019), Muzakir dicokok saat hendak bertransaksi. Dari tangannya, polisi menyita 61 butir pil setan itu. “Setelah kita cek ke Laboratorium Forensik, pil berwarna hitam ini mengandung narkoba jenis sabu. Kita yakin pil ini diracik dengan bahan dasar sabu. Ini hasil oplosan,” kata Kasat Narkoba Polres Aceh Utara AKP Ildani Ilyas.

Ildani menuturkan, tersangka ditangkap saat hendak melakukan transaksi dengan pemesannya. Saat ditangkap, pada tersangka ditemukan puluhan butir pil diduga ekstasi berwarna hitam yang masih dinilai baru peredarannya di Aceh Utara. “Saat ditangkap, pada tersangka berhasil kita sita 61 butir pil ekstasi yang mengandung narkoba jenis sabu itu. Kita meyakini dia sebagai pemilik walau dia hanya mengaku dititipi oleh orang lain untuk diberikan kepada pemesannya,” ujar Ildani.

Setelah diperiksa lebih lanjut, tersangka mengaku mendapatkan puluhan butir pil tersebut dari pasutri yang ada di kawasan Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu. Mereka diduga sebagai peraciknya dengan kedok home industry. “Tersangka menyebutkan pil itu diambil dari pasutri di Kecamatan Muara Batu. Kuat dugaan mereka yang meracik pil ekstasi oplosan tersebut. Mereka sudah kita masukkan dalam daftar buronan dan saat ini sedang kita kejar,” tuturnya.

Ildani menambahkan pil ekstasi oplosan itu selama ini dijual dengan harga Rp 40 ribu per butir. Kini pelaku sudah diamankan di ruang tahanan Mapolres guna penyelidikan lanjutan.  “Pelaku saat ini sudah kita amankan guna penyelidikan lanjutan. Dia akan kita jerat dengan UU Narkotika karena sudah memiliki hingga mengedarkan barang yang dapat merugikan orang lain,” katanya.

Ildani menyebutkan, dari hasil pendataan, penanganan kasus tindak pidana narkoba di Aceh Utara meningkat 8,5 persen pada 2018. Kasus terbanyak terdapat pada penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

 

You might also like