Curiga Disalahgunakan, Imigrasi Jawa Tengah Tolak 459 Pemohon Paspor

Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah menolak penerbitan 459 dokumen permohonan paspor yang diajukan oleh warganya selama Januari-Desember 2018.

Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Jateng, Ramli HS beralasan permohonan paspor sebanyak itu terpaksa ditolak lantaran terindikasi kuat disalahgunakan oleh para pemiliknya.
“Jumlah yang ditangguhkan ada sebanyak 459 pemohon. Yang paling banyak ditolak berasal dari Kantor Imigrasi Wonosobo yakni ada 257 pemohon, ULP Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang ada sebanyak 76 pemohon, lalu ada 54 pemohon paspor yang ditolak di Pemalang, ada juga 22 pemohon paspor ditolak di Pati, 32 pemohon ditolak di Cilacap dan 18 ditolak di Surakarta,” kata Ramli kepada wartawan, di Kantor Kemenkumham Jateng, Jalan Dr Cipto Semarang Timur, Kamis (3/1/2019).
Ia telah mengendus kejanggalan atas pengajuan pembuatan paspor tersebut. Sebagian besar pemohon diduga kuat akan menggunakan paspornya untuk bekerja ke luar negeri tanpa izin lengkap atau non prosedural.
“Apalagi di Kabupaten Wonosobo kan punya banyak kantong TKI. Wilayahnya di sana juga terpencil. Pasti para pemohonnya berasal dari kalangan calon TKI yang hendak bekerja ke sejumlah negara. Hasil penelusuran yang dilakukan petugas, mereka berniat kerja ke Taiwan, Hongkong, Singapura dan Malaysia,” tuturnya.
Ia menegaskan penerbitan paspor mulai tahun kemarin akan diperketat. Bagi para pemohon yang ingin mengajukan izin pembuatan paspor untuk berwisata, kata Ramli, kini harus mencantumkan nominal uang yang dibawanya minimal Rp 27 juta.
Hal ini karena para pelancong memang membutuhkan biaya perjalanan yang tak sedikit.
“Tapi jika mereka tidak punya uang, maka statusnya malah dipertanyakan. Lagian sekarang banyak ditemukan awalnya punya paspor untuk izin berwisata. Tetapi nyatanya justru jadi TKI. Ini yang membuat kami jadi sangat selektif. Bukan untuk mempersulit masyarakat. Hanya saja biar legalitasnya terjamin,” tandasnya.
You might also like