Cewek Cantik Ini Terima Saja Dipenjara 1,1 Tahun

Novita Rindra Firmanti tertunduk lesu. Cewek cantik ini nelangsa setelah mendengar vonis yang dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (3/1/2019). Ia dijatuhi hukuman 1,1 tahun penjara karena bersalah dan terbukti menipu sahabatnya, Savira Nagari, hingga menyebabkan kerugian pada korban mencapai Rp 394 juta.

“Perbuatan terdakwa telah merugikan korban. Untuk ini, hakim menjatuhkan hukuman penjara selama satu tahun sebulan,” terang hakim ketua Achmad Virza Rudiansyah dalam amar putusannya.

Hakim menggangap terdakwa telah melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Meski demikian, hukuman yang dijatuhkan hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Damang Anubowo yang menuntut Novita dua tahun penjara.

“Hal yang memberatkan terdakwa karena perbuatannya meresahkan masyarakat dan telah merugikan korban. Sementara yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, menyesali perbuatannya, dan belum pernah dihukum,” lanjut Virza.

Menanggapi putusan itu, Novita maupun jaksa Damang sama-sama menerima. Meski demikian, kuasa hukum Novita, Evi Susanti, menyatakan jika sebenarnya kliennya hanya korban. Novita dianggap sebagai korban penipuan dari Putri Duwita Sari yang kini sudah menjadi terpidana setelah divonis 2,5 tahun penjara pada tahun lalu pada kasus yang sama. “Sebenarnya dia korban dan tidak tahu apa-apa. Dia ditipu Putri yang awalnya mau pinjam uang. Karena tidak dikasih, dia menawarkan ke Novita investasi, lalu Novita menawarkan ke Savira,” ujar Evi usai persidangan.

Seperti yang diketahui sebelumnya, terdakwa Novita duduk di kursi pesakitan setelah diduga melakukan penipuan bermodus investasi terhadap teman arisannya Savira Nagari. Perkara ini berawal dari bujuk rayu terdakwa kepada korban terkait kerja sama investasi bisnis pengadaan barang di Travel Starling pada Juni 2016 lalu. Terdakwa mengatakan menjalin kerjasama dengan travel tersebut.

Dalam bisnis investasi tersebut, terdakwa memberikan iming-iming berupa keuntungan 10 persen setiap bulan dari total uang yang diinvestasikan. Namun setelah uang disetorkan, Novita berbuat culas sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp 394 juta. Atas perbuatannya, terdakwa dijerat pasal berlapis. Yaitu pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

You might also like