KPK IKLAN

Cabut Laporan Aduan, Kasi Penkum Kejati Babel : Polri dan Jaksa Mitra Wartawan

TIM HUKUM:  KAMI TIDAK GEMBIRA, KAMI MALAH  PUNYA LANGKAH HUKUM SENDIRI

YANTO: KAJATI ADITIA JANGAN DIAM 

FORUMKEADILAN.COM, PANGKALPINANG – Surat pengaduan dugaan pencemaran nama baik oleh media sinarpaginews.com  yang dilaporkan  Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi,   Roy Arland ke pihak Polda Kep. Babel, Senin (21/1) dikabarkan telah dicabut.

“Sudah resmi dicabut,” kata Roy singkat saat dikonfirmasi terkait kabar pencabutan laporan pengaduan tersebut via WA group wartawan kejati Babel, Rabu (23/1).

Disinggung soal alasan pencabutan laporan aduan itu. Dikatakannya jika polri dan jaksa adalah mitra wartawan.

“Polri dan Jaksa kan mitra wartawan,” tulisnya.

Namun hingga berita ini diturunkan, Roy belum bersedia menunjukkan surat resmi pencabutan laporan pengaduan tersebut.

Kasi penkum Kejati Babel, Roy Arland saat mendatangi SPK Polda Kep. Babel guna menyampaikan LP terkait dugaan ujaran kebencian oleh media online sinarpaginews.com

Sementara itu, kuasa hukum pihak sinarpaginews.com, Taufik Koriyanto, menanggapinya dengan enteng dan akui dirinya tidak terlalu gembira dengan kabar pencabutan laporan aduan tersebut. Bahkan Taufik mengaku terkait pencabutan pihaknya memiliki pandangan tersendiri.  “Saat mengadu pihak Kejati galak sekali sampai gagahnya menunjukin surat pengaduanya dan sudah tersebar kemana-mana. Bahkan sampai ke pejabat Kejaksaan Agung sana. Tapi tiba-tiba dicabut, padahal pihak kami tidak ada minta maaf apapun atas tuduhan dari pihak Kejaksaan itu,” kata Taufik.

Pihaknya sampai saat ini masih memikirkan sikap hukum selanjutnya. Sebab atas dampak pengaduan yang telah dibuat oleh Kejaksaan Tinggi melalui kasi Penkum Roy Arland itu klienya telah dirugikan.  “Pasti lah pihak kita dirugikan atas pengaduan yang telah dibuat pihak Kejaksaan. Namun kita juga punya hak untuk memikirkan langkah-langkah hukum selanjutnya,” ujar Taufik.

Taufik belum mau membocorkan langkah hukum yang dimaksud. “Nanti masih sedang kita pikirkan dan pertimbangkan bersama-sama dengan tim hukum dan kawan-kawan yang satu  semangat. Apalagi yang telah mengadu dan  mencabut itu adalah institusi hukum yang tentunya mengerti hukum.  Hukum pada hakikatnya bukan untuk diperalat guna menakut-nakuti masyarakat terutama kebebasan pers,”  sebutnya.

Sementara itu kepala perwakilan  sinarpaginews.com, Ngadianto Asri, menuding Kejaksaan Tinggi tidak gentleman. Masak giliran mencabut tak berani untuk menunjukan kepada publik. “Institusi penegak hukum tetapi praktiknya terkesan tidak mencerminkan sosok lembaga yang menjunjung tinggi hukum.  Disayangkan sekali, ada kesan  menggunakan  hukum hanya untuk menakut-nakuti masyarakat terutama kebebasan pers,” ucapnya bernada kesal.

Dia menuding Roy hanyalah kasi Penkum yang merupakan anak buah dari Kajati Aditia Warman. Dia juga mempertanyakan sikap Kajati Aditia Warman yang hanya diam  saat diminta konfirmasi dan klarifikasi oleh wartawan.  “Sebetulnya patut dipertanyakan apakah betul pengaduan dan pencabutan  begitu mudahnya dibuat oleh seseorang saja atau institusi Kejaksaan Tinggi. Ini lembaga penegak hukum, tetapi bikin gaduh,” sesalnya.

Agar lurus dan tidak timbul sakwasangka, menurutnya Aditia Warman  sebagai jaksa tertinggi harus menyampaikan persoalan ini kepada publik. Hanya Aditia Warman yang bisa meluruskannya. “Sangat berbahaya pengaduan dan pencabutan dibikin enteng. Ini hukum, lembaga penegak hukum harus paling mengerti hukum ketimbang rakyat awam,” sindirnya.  (RM Babel)

You might also like