Budi Luhur Lakukan Trauma Healing Korban Gempa Sigi dengan Meracik Kopi

Sigi, ForumKeadilan.com – Beragam cara yang bisa dilakukan untuk menghibur dan memulihkan kembali rasa percaya diri korban bencana, seperti memberikan bantuan maupun hal yang bermanfaat lainnya. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Yayasan Titian Budi Luhur.

Cara yang dilakukan Yayasan Titian Budi Luhur kali ini cukup unik. Mereka mengadakan sebuah acara bertajuk “Ngopi Bareng” sepuasnya, yang menyasar korban gempa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang terjadi pada 28 September lalu.

Dalam acara yang berlangsung di Desa Lolu, Kecamatan Biromaru, Sigi pada akhir pekan kemarin tersebut, warga diedukasi cara mengolah, membuat hingga menyajikan kopi secara profesional dan bertaraf internasional.

Satu per satu warga langsung mempraktikkan seluruh prosesnya, mulai dari penimbangan kopi, penggilingan biji kopi hingga menyeduh sesuai standar barista. Di samping itu semua, mereka juga diajari teknik merasa atau mencicipi kopi sesuai standar para ahli kopi.

Warga pun memperoleh pelatihan cepat dari para barista, yang masing-masing memiliki keahliannya.

“Kami mengundang mereka (warga) untuk ngopi bareng, ini juga semacam psikososial atau trauma healing untuk mereka. Intinya kami ingin menghibur masyarakat, tapi juga memberikan edukasi, yang bisa bermanfaat bagi warga ke depan,” kata Ketua Yayasan Titian Budi Luhur Sumbersari Sulteng, I Ketut Subagia Winada dalam keterangan tertulisnya kepad ForumKeadilan.com, Senin (14/1).

Sejumlah ahli atau pakar kopi pun dilibatkan dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Universitas Budi Luhur Jakarta ini, seperti barista dari Asosiasi Kopi Indonesia. Para barista ini di antaranya berasal dari Barista KKN Meghan, Puntang Classic Beans Machfud (MAX), Napu Kopi Luhur Dewa, Supermarket Kopi KKN.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pendampingan terhadap korban bencana yang berada di Sigi. Sebelumnya, Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti memberikan bantuan berupa sumber air bagi petani yang berada di Desa Lolu.

“Saya rasa sama yah, kita di sini mempunyai perasaan yang sama, karena bapak-bapak dari Titian Budi Luhur sudah bekerja maksimal untuk korban gempa di Palu, Sigi dan Donggala, kami hadir di sini untuk mendukung mereka supaya semangat,” ujar Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Universitas Budi Luhur Jakarta, Kasih Hanggoro.

Kasih Hanggoro berharap, kegiatan pelatihan cepat ini sedikit menghibur warga di masa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. “Tentunya kita tidak sampai di sini, ke depannya kami akan melakukan pendampingan terhadap warga jika ada yang ingin membuka usaha kopi lokal ini,” tutupnya.

You might also like