BNN Bekuk Syafinur, 25 Kg Sabu Disita

Pengembangan Kasus 73 Kg Sabu yang Dikendalikan Napi LP Tanjung Gusta Medan

Narapidana Lapas Tanjung Gusta Medan, Ramli, mengendalikan penyelundupan 73 kg sabu dari Malaysia ke Indonesia. Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar sindikat penyelundupan ini. Bahkan, rantai jaringan pemasok barang haram itu, Syafinur berhasil diringkus, Kamis (24/1/2019). Dari rumah Syafinur di Aceh Utara, disita 17 kg sabu, sedangkan dari mobil pik-up miliknya diamankan 8 kg sabu. Total sabu yang disita dari Syafinur mencapai 25 kg.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan bahwa penangkapan merupakan pengembangan dari hasil operasi BNN di Aceh dan Belawan Sumut, terkait penyitaan sabu 73 Kg sabu dan ekstasi yang dikendalikan Ramli, narapidana LP Tanjung Gusta. “Kita berhasil menangkap tersangka Syafinur alias PAN. Tersangka yang diduga sebagai pemasok narkotika dari Malaysia ke Indonesia. Kita tangkap dia di Pasar Gruegok, Propinsi Aceh,” kata Arman Depari, Kamis (24/1/2019).

Dari tersangka, BBN mengamankan barang bukti sabu seberat 8 kg yang disembunyikan dalam mobil pik-up warna hitam. “Sabu tersebut rencananya akan didistribusikan ke Medan dan wilayah Sumut lainnya,” jelas Arman.

Setelah dilakukan penangkapan, BNN melakukan penggeledahan di rumah PAN di Muara Batu, Aceh Utara. Dan saat dilakukan pengeledahan di rumah tersangka, kembali ditemukan barang haram tersebut. “Kita temukan lagi barang bukti sabu seberat 17 Kg. Total sabu yang disita petugas sebarat 25 Kg yang dikemas dalam bungkus teh warna hijau dan dibungkus menggunakan lakban warna hitam,” ungkap Arman.

Menurut Arman, barang bukti yang disita itu berasal dari Malaysia di bawa dengan menggunakan kapal.

Sebelumnya tim gabungan BNN serta Bea dan Cukai Belawan menangkap kapal KM Karibia yang berusaha menyeludupkan sabu seberat 73 Kg dan 10 ribu pil ekstasi. Dalam penangkapan tersebut, petugas BNN RI dan Bea Cukai Belawan menetapkan 5 orang tersangka yang merupakan satu keluarga. Kelimanya yakni Ramli bin Arbi Napi Tanjung Gusta berperan sebagai pengendali. Saiful Bahri, Muhammad Zubir, Muhammad Zakir dan Metaliana yang merupakan anak kandung dan menantu Ramli.

You might also like