Benarkah PSI Didanai Koruptor BLBLI?

 

            Cuitan Andi Arief di Twitter menghentak publik. Ia secara implisit menyebut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) didanai hasil cuci uang pemilik PT Gadjah Tunggal, Syamsul Nursalim. Bahkan, Andi yang merupakan Wakil Sekjen Partai Demokrat itu, mempelesetkan PSI menjadi Partai SyamsulNursalim Indonesia.

Tidak diketahui sumber informasi cuitan Andi Arif yang mengaitkan PSI dengan koruptor BLBI tersebut. Hanya saja, Andi dalam cuitannya turut menyebut KPK belum bisa menghadirkan Syamsul Nursalim untuk dimintai keterangannya dalam kasus BLBI.

Sebelumnya, Sabtu pekan lalu, Andi Arief melalui akun media sosial Twitter @AndiArief menyebut PSI sebagai Partai SyamsulNursalim Indonesia dalam sejumlah cuitannya. Dalam salah satu cuitannya, Andi mengaitkan PSI dengan kasus hoaks tercoblosnya surat suara dalam tujuh kontainer dari China di Tanjung Priok, Jakarta Utara. “Saya lagi merenung, mencari hubungan antara kasus isu surat suara Priok, sikap KPU dan Bawaslu serta kebohongan award dari Partai SyamsulNursalim Indonesia (PSI). Hanya untuk memojokkan Prabowo-Sandi dan Demokrat? Yang terjadi bisa sebaliknya,” cuit Andi.

Andi Arief

Dalam cuitan lainnya, Andi mengaitkan nama sosok pendiri sekaligus pemilik PT Gajah Tunggal Tbk yang terseret kasus skandal Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syamsul Nursalim dengan pendirian PSI. “Kebohongan itu: cuci uang mendirikan Partai SyamsulNursalim Indonesia (PSI). Di saat KPK susah payah memulangkan penjahat BLBI ini,” cuit Andi.

Menyikapi cuitan Andi Arief itu, Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni menyebutnya sebagai bentuk reaksi yang biasa dilakukan oleh orang yang posisinya tengah tersudut. “Biasa kalau orang tesudut (Andi Arief) bisa bereaksi apa saja,” kata Antoni.

Dia pun menyerahkan penilaian terhadap cuitan Andi Arief itu kepada publik. Menurutnya, PSI tidak akan meminta Andi Arief untuk mengklarifikasi, meminta maaf, atau mengambil langkah hukum atas penyebutan PSI sebagai Partai SyamsulNursalim Indonesia itu. “Enggak usah. Biar publik saja yang menilai,” ucap Antoni.

Dia mengatakan partainya sudah biasa menerima fitnah seperti penyebutan PSI sebagai Partai SudonoSalim Indonesia, Partai SetiawanJodi Indonesia, Partai Sampah Indonesia, hingga Partai Sontoloyo. Semua fitnah dan ejekan, katanya, merupakan vitamin bagi pihaknya. Dia pun menyebut fitnah dan ejekan itu akan menjadi kekuatan politik bagi PSI di DPR kelak. “Kami biasa saja, kami positif saja,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan, Ketua Umum PSI Grace Natalie mengakui bahwa dana partainya berasal dari para pengusaha. Hanya saja, ia tidak menyebut secara detail pengusaha mana saja yang menggelontorkan dana kepada partainya. Meski begitu, Grace sempat memberitahu nama pengusaha Jeffrie Geovanie, anggota DPD periode 2014-2019 dari pemilihan Sumatera Barat. Selain itu, dana PSI juga didapatkan dari iuran anggota dan partisipasi publik.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PSI, Tsamara Amany juga sempat mengakui partainya memperoleh dana untuk kegiatan dari sejumlah pengusaha. Namun, dia enggan membeberkan siapa saja nama pengusaha tersebut. “Selama ini disokong dana oleh pengusaha-pengusaha menengah,” ujar Tsamara dalam acara bertajuk Seminar Muda Mudi Lawan Korupsi di The Green Corner, Jakarta Selatan pada Ahad, 29 Oktober 2017 silam.

Masalah sokongan dana PSI ini mencuat kembali setelah Andi Arief dalam cuitannya menyebut nama taipan Syamsul Nursalim, yang kini sedang dicari KPK. Cuitan Andi ini muncul beberapa jam pasca PSI menggagas acara penghargaan atau award terkait hoaks. Acara bertajuk “Kebohongan Award’ itu memberikan penghargaan kepada Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi karena dinilai sering melakukan kebohongan. 

Sebagai penghargaan sekaligus sindiran politik, PSI menetapkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berhak dapat award ‘Kebohongan Paling Lebay’. Penghargaan ini adalah respons atas pernyataan Prabowo soal selang cuci darah bagi pasien BPJS Kesehatan di RSCM Jakarta. 

Kepada pendampingnya, Sandiaga Uno, PSI memberikan penghargaan ‘Kebohongan yang Hakiki’ atas pernyataannya soal pembangunan tol tanpa utang. Terakhir, PSI memberikan penghargaan kategori ‘Kebohongan Terhalusinasi’ kepada BPN, khususnya Andi Arief yang menyebarkan berita bohong soal surat suara tercoblos.

Syamsul Nursalim

Menurut Ketua DPP PSI Tsamara Amany, ‘Kebohongan Award’ kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Andi Arief sekaligus sebagai peringatan kepada publik. Ia menyatakan penghargaan itu merupakan bentuk dari kekhawatiran akan kebohongan yang terus-menerus dilakukan secara sistematis oleh tim kampanye paslon nomor urut 02. “Award ini adalah peringatan bagi publik agar tidak terjadi normalisasi atas kebohongan dan pembiaran atas kebohongan,” kata Tsamara dalam konferensi pers di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Jumat lalu.

 Pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin ini menilai kubu paslon 02 sering melakukan kebohongan karena kekurangan prestasi atau tidak memiliki visi dan misi yang jelas. BPN-nya juga dinilai tak mampu mencari kesalahan Joko Widodo-Maruf Amin. “Apa kekurangan ide, gagasan, atau kesulitan mencari kesalahan Pak Jokowi dan Kiai Maruf sehingga dibuat hal aneh-aneh,” ujarnya.

Pemberian Award Kebohongan dari PSI kepada paslon presiden nomor 02 itu disesalkan politikus Partai Golkar, Roem Kono. Ia tidak setuju dengan cara PSI tersebut. Roem juga mengimbau PSI tak bikin gaduh dengan mengadakan penghargaan seperti itu. “Saya tidak setuju, itu bukan budaya kita,” katanya.

Roem sendiri menyerahkan kasus hoaks kepada aparat hukum. “Saya kira, (hoaks) kita serahkan kepada yang berwajib. Jangan menambah-nambah gaduh, jangan mengada-ada, sesuatu yang tidak perlu dilakukan itu menambah keruh,” kata dia.

Roem sendiri tidak mempermasalahkan jika partai atau politikus saling mengingatkan dalam adab berpolitik. Namun, ia menilai cara PSI salah dan bahkan seolah menganggap demokrasi sebagai permainan.”Kalau saling mengingatkan boleh tapi jangan saling seolah bangsa ini seperti apa permainan-permainan begitu, kita kan para politikus negarawan yang Pancasilais,” katanya.

Sama halnya dengan koordinator juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzhar. Ia menyebut PSI terlalu alay dalam berpolitik. “Saya malas nanggapin alay-alay politik gitu, kita menanggapi apa saja, karena Istilah saya alay politik cari perhatian terus diapain, diketawain aja,” ujar Dahnil.

Dahnil pun menganggap penghargaan tersebut bukanlah hal serius. Menurutnya, tindakan yang dilakukan PSI itu sebaiknya diberi tepuk tangan dan ditertawakan. “Alay politik yang begitu enggak usah ditanggapi serius, diketawain aja. Kami enggak anggap itu hal yang serius, kami anggapnya alay politik yang cari perhatian. Gimana sih ya jadi alay yang caper diketawain ditepuktanganin gitu aja,” tuturnya.

Di lain pihak, KPK sendiri sedang memburu koruptor BLBI Syamsul Nursalim, yang disebut Andi Arief dalam cuitannya mendanai PSI. Pihak KPK sudah minta bantuan KBRI dan Polri untuk diteruskan ke Interpol memulangkan Syamsul Nursalim dan istrinya Itjih S Nursalim ke Indonesia.

KPK memburu Syamsul dan istrinya pasca vonis majelis hakim terhadap Syafruddin Arsyad Temenggung dengan hukuman 13 tahun penjara, denda Rp 700 juta subsider 3 bulan kurungan  karena terbukti melakukan penghapusan piutang BDNI yang dimiliki Sjamsul Nursalim sehingga merugikan keuangan negara mencapai Rp 4,58 triliun. Dalam putusan hakim, Syafruddin disebut terbukti melakukan korupsi bersama dengan pihak lain yaitu Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Sjamsul Nursalim dan Itjih S Nursalim. Nah, benarkah Syamsul mendanai PSI? Jawabannya didapat setelah Syamsul ditangkap.

(Zainul Arifin Siregar)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.