Bekas Kadisdik Muratara Ditahan Terkait Rasuah Gedung AKN

Kejari Lubuklinggau Juga Penjarakan Tiga Orang Lainnya

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau resmi menahan empat tersangka korupsi proyek pembangunan gedung Akademi Komunitas Negeri (AKN) di Muratara tahun 2016. Keempatnya yakni Fahrurozi, Feri Susanto, Firdaus (mantan Kadisdik Kabupaten Muratara) dan Muhammad Subhan.

Mereka dijebloskan ke Lapas Kelas II A Lubuklinggau, Senin (7/1/2019) sore. “Keempat tersangka diperiksa dulu sebelum ditahan,” ujar Kepala Kejari Lubuklinggau, Zairida, Selasa (8/1/2019).

Sebelumnya, pihak kejaksaan sudah menahan Brio dalam perkara tindak pidana yang sama yakni atas pengelolaan program pendirian gedung akademi komunitas negeri (AKN) di Muratara. Penahanan dilakukan atas alasan subjektif dan objektif. Dimana dalam pasal 21 ayat 1 menjelaskan bahwa alasan pihaknya melakukan penahanan karena khawatir yang bersangkutan melarikan diri. Kemudian khawatir menghilangkan barang bukti dan bisa nanti mengulangi perbuatan lagi.  “Jadi itu alasan subjektif,” papar Zairida.

Selain itu, alasan objektif antara lain, tindak pidana yang diancam adalah diancam lima tahun keatas. Dan yang paling penting adalah guna kepentingan penuntutan, karena mungkin dalam waktu dekat pihak Kejari Lubuklinggau akan melakukan penuntutan. “Karena penututan ini bukan di Lubuklinggau, penuntutan ini kita laksanakan nanti di Palembang, di PN Tipikor. Karena disini belum ada PN Tipikor,” timpalnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.