Bawa 10 Paket Sabu, Pemuda Indragiri Ulu Diciduk

Pemberantasan terhadap peredaran narkotika di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci makin gencar dilakukan Satresnarkoba Polres Kerinci. Setelah Sabtu (12/1) lalu menangkap empat pelaku, Senin (14/1) malam kembali satu orang pelaku ditangkap.

Penangkapan dilakukan di di Larik Panjang, Kelurahan Sungai Penuh, Kecamatan Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh sekira pukul 20.30 WIB. Pelaku yang ditangkap adalah DL (49), warga Desa Sungai Akar, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.

Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto mengatakan, dari penangkapan DL petugas menemukan barang bukti 10 paket sabu-sabu, terdiri dari 1 paket besar, 5 paket sedang, dan 4 paket kecil, dengan berat lebih kurang 18,06 gram.

“Penangkapan ini berdasarkan informasi yang diterima petugas, bahwa ada seseorang yang sedang membawa narkotika jenis sabu di Kelurahan Sungai Penuh. Kemudian anggota melakukan pengintaian di sekitar lokasi lalu anggota masuk ke dalam rumah yang dicurigai,” terang Dwi saat dikonfirmasi, Selasa (15/1).

Saat itu, lanjut Dwi, anggota bertemu seorang wanita pemilik rumah yang berinisial MT. Kemudian anggota memperkenalkan diri dan menerangkan dari Satres Narkoba Polres Kerinci dan menyampaikan maksud kedatangan.

“Kemudian anggota menanyakan kebenaran informasi yang di peroleh tersebut, lalu petugas menemui  DL di rumah tersebut, dan mengintrogasi DL. Lalu DL mengakui bahwa benar dirinya membawa narkotika jenis sabu dan disimpan di dalam kamarnya,” beber Dwi.

Kemudian anggota bersama dengan DL masuk ke dalam kamar dan menemukan 1 buah tas warna hitam yang di dalamnya berisi 1 paket besar sabu-sabu dan 5 bungkusan sedang shabu dan 4 bungkusan kecil shabu dengan berat lebih kurang18,06 gram di dalam kotak rokok Sampoerna.

“Akhirnya tersangka DL dan barang bukti berupa Shabu tersebut dibawa dan diamankan ke Polres Kerinci untuk diproses lebih lanjut. Selain itu juga ditemukan 1 alat hisap (bong), 3 buah Sendok terbuat dari pipet, dan 4 korek api gas,” ungkap Dwi.

Terkait kasus ini, DL dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 55 tahun 2009 tentang narkotika. “Ancaman hukumanNYA paling ringan 5 tahun penjara,” pungkas Dwi.

You might also like