Artis Melacur Lewat Online Bisa Jadi Tersangka

Kabid Humas Polda Jawa Timur (Jatim) Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, penyidik masih terus menyelidiki kasus prostitusi online yqng melibatkan artis berinisial VA dan AS. Karena itu, peluang keduanya menjadi tersangka masih terbuka meski saat ini berstatus saksi korban serta sudah dilepaskan dan hanya menjalani wajib lapor.

Menurut Barung, kedua saksi korban tersebut dapat berubah menjadi tersangka jika tindakan asusila terkait prostitusi online itu menjadi penghasilan utama. Karena itu, polisi pun masih terus melakukan penyelidikan terhadap keduanya.

“Jika ada temuan baru soal keduanya yang menggunakan tindakan prostitusi ini sebagai penghasilan utama akan kami tetapkan tersangka,” kata Barung di Mapolds Jatim, Surabaya, Senin (7/1).

Barung menegaskan, dengan dwajibkannya kedua saksi korban tersebut unuk lapor artinya polisi masih membutuhkan keterangan keduanya. Artinya, polisi masih akan melakukan penyelidikan lebih jauh, termasuk meminta keterangan dari saksi-saksi lainnya.

Barung mengatakan, dari pemeriksaan awal, keduanya mendapatkan penghasilan bukan dari Prostitusi, namun dari perkerjaannya utamanya sebagai artis dan model. “Dari bukti yang ada keduanya masih mendapatkan penghasilan sebagai pemain sinetron, model dan lain lainnya,” ujarnya.

Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur mengungkap kasus prosititusi online yang melibatkan dua artis Ibu Kota di Surabaya pada Sabtu (5/1). Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan lima orang yang terdiri dari artis berinisial VA dan foto model berinisial AS, satu asisten, dan dua mucikari.

Artis VA tersebut diperkirakan mendapat bayaran Rp 80 juta dari pelayanan yang diberikan kepada pelanggannya. Sementara foto model berinisial AS disebut-sebut mendapatkan bayaran Rp 25 juta untuk sekali kencan.

You might also like