3 Pemasok Senjata ke Pemberontak di Papua, Cuma Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Pengadilan Negeri Kelas-IA Jayapura hanya menjatuhkan hukuman masing-masing 2 tahun 6 bulan penjara terhadap tiga penyuplai senjata kepada kelompok pemberontak di Papua. Ketiganya dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 1 ayat 1 UU darurat tahun 1951.

Keterangan diperoleh, Sabtu (26/1/2019), putusan hukum terhadap tiga penyuplai senjata pemberontak itu dibacakan Kamis (24/1/2019) siang. Ketiga terdakwa WH, EW dan RH juga masih pikir-pikir untuk menyatakan banding.

“Para terpidana telah dibawa ke Mapolda Papua guna dilakukan penahanan. Kami berharap ini dapat memberikan efek jera bagi ketiga terdakwa serta mempersempit ruang gerak mereka,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Jumat (25/1/2019) sore.

Mereka ini disebut polisi sering membuat ulah dan menggangu perkembangan pembangunan infrastruktur di wilayah pegunungan Papua. Mereka mempunyai peran yang cukup vital bagi kelompok pemberontak yang disebut KKB.

WH misalnya kedapatan mempunyai sejumlah amunisi serta mempunyai beberapa senjata yang diduga hasil rampasan dari aparat keamanan di wilayah Pegunungan Tengah Papua. EW sebagai peluncur atau penyuplai amunisi yang berkapasitas cukup besar. Dia mendapatkan amunisi dari WH melalui transaksi dengan tukar menukar amunisi dengan sembako atau cara lain. EW lalu bertransaksi amunisi langsung dengan KKB di Kabupaten Lanny Jaya. Sedangkan RH sebagai perantara antara WH dan EW.

Dedi berharap, penegakan hukum mulai dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga putusan pengadilan dapat memberi efek jera bagi ketiga terdakwa pemasok amunisi ke KKB Papua. “Serta mempersempit ruang gerak dari kelompok KKB yang sering membuat ulah dan mengganggu perkembangan pembangunan infrastruktur di wilayah pegunungan Papua,” tuturnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.