Rumah Mewah Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Digeledah KPK

Penggeledahan Tim Penyidik KPK di rumah pribadi Kadis Pendidikan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, sempat terhambat. Pihak keluarga tak mau membukakan pintu untuk petugas.

Rumah ini berlokasi di Kampung Penembong Kaler, Desa Mekarsari, Cianjur. Salah seorang warga, Solikin (58) mengungkapkan, petugas saat itu datang sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu (15/12/2018)

Warga mengetahui bahwa rombongan tersebut dari lembaga antirasuah adalah mengenalinya dari rompi yang dikenakan petugas.

“Tapi rumahnya dikunci. Diketok-ketok gak dibukain,” katanya.

Petugas mengira, rumah bercat krem dan berpagar hitam itu kosong tak berpenghuni. Karena itu, petugas memanggil ketua RW dan RT setempat.

“Ya mau dibuka gitu, makanya manggil RT/RW. Kan mau nggeledah,” jelasnya.

Selanjutnya, sejumlah petugas kepolisian dari Polres Cianjur berinisiatif menggunakan tangga melalui bagian belakang rumah untuk membuka pintu depan. Namun ternyata, setelah diperiksa polisi, rumah tersebut tidak kosong alias berpenghuni.

“Ada ibunya (Cecep Sobandi), istrinya, anaknya, menantunya. Ada semua di dalam. Gak dibukain pintu berarti tadi,” bebernya.

Baru setelah itu, petugas langsung masuk ke dalam rumah tersebut dan melakukan penggeledahan.

“Kita minta semua (kasus korupsi) diselidik lah. Terus dari KPK bilang ‘Iya dituntaskan kasusnya smua. Kasihan masyarakat soalnya’. Gitu tadi bilangnya,” kata Solikin menirukan ucapan penyidik KPK.

Solikin menambahkan, Cecep Sobandi dan keluarganya sendiri sudah cukup lama mendiami rumah tersebut.

“Ada sekitar 30 tahunan. Tapi dulu rumahnya gak (bagus) seperti sekarang,” ungkapnya.

Selain itu, Cecep Sobandi juga dikenal cukup tertutup dan jarang bergaul dengan warga sekitar. Gerbang rumah pun hanya terbuka saat penghuni di dalamnya keluar-masuk saja.

“Kadang kalau shalat Jumat di masjid, tapi gak sering,” lanjutnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.