Puluhan Geng Motor Sadis Ditangkap, 6 Jadi Tersangka

Puluhan anggota geng motor yang selalu bertindak anarkis dan menganiaya secara sadis, berhasil diamankan Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat. Mereka dibekuk dari dari beberapa kelompok berbeda.


Dari puluhan anggota geng motor tersebut enam orang dijadikan tersangka yakni IR (22), MR (16), MA (17), RR alias R (22), I (26) dan RR alias I (23). Keenam tersangka tersebut terbukti membawa senjata tajam dan melakukan pengeroyokan serta pengrusakan.

Dari tangan tersangka disita satu pucuk corbek, golok, pisau kujang, jaket Brigez, jaket GBR dan gear motor yang diduga digunakan tersangka untuk melakukan penganiayaan dan perusakan.


Selain itu, enam anggota geng motor lainnya terbukti positif menggunakan narkotika jenis Benzoat. Puluhan berandalan itu ditangkap di empat lokasi berbeda yakni Kecamatan Cibeureum, Warudoyong, Gunungpuyuh dan Cikole.

“Ada 33 anggota geng motor yang kami tangkap salah satunya berjenis kelamin perempuan. Berandalan bermotor tersebut berasal geng motor Brigez, XTC, GBR dan Moonraker,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro di Sukabumi, Senin (24/12/2018). Untuk memberikan efek jera kepada para berandalan ini, polisi juga memberikan hukuman sosial yakni dengan cara memajangnya di muka umum pusat Kota Sukabumi tepatnya di Bundaran Adipura, Kecamatan Cikole yang tak ayal ratusan warga mengerubuti para geng motor tersebut.

Momen tersebut juga sempat menarik perhatian pengguna kendaraan untuk melihat wajah anggota geng motor yang sering berbuat onar, bahkan sebagian warga memfoto dan memvideonya yang kemudian disebar ke media sosial.

“Penangkapan ini juga merupakan kegiatan Operasi Lilin Lodaya 2018 untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga yang merayakan Natal dan Tahun Baru serta libur cuti bersama,” ujarnya.

Seorang pimpinan Geng Motor Mooraker berinisial NN mengatakan pihaknya sudah memberikan data nama-nama anggotanya kepada polisi dan jika ada anggotanya yang membuat keresahan di masyarakat silahkan tindak sesuai hukum yang berlaku.

“Kami tidak melindungi anggota yang berbuat onar, siapapun orangnya silahkan kepada polisi untuk diberikan sanksi tegas untuk memberikan efek jera,” tukasnya.

You might also like