PELECEHAN SEKS ANAK

Polrestabes Medan Ungkap Peredaran 48 Kg Sabu Untuk Pesta Tahun Baru 2019

Sindikat narkoba internasional beraksi di Medan. Jaringan mafia barang haram ini, berencana mengedarkan 48,5 kg sabu untuk pesta menyambut tahun baru 2019. Mereka juga hendak menyuplai 6 kg metamfetamin dan 40 ribu butir ekstasi ke sejumlah daerah di Sumatera Utara. Aksi bejat bandit narkotika ini berhasil digagalkan Satres Narkoba Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara, setelah meringkus empat tersangka dari dua tempat terpisah.

Empat orang terduga pengedar narkoba itu yakni, Abdul Bayu, Zunaidi Zulpan, Aminal dan Aupek. Keempatnya merupakan jaringan narkoba antar wilayah di Indonesia hingga ke Malaysia. Mereka dibekuk polisi dalam sebuah penyergapan yang dilakukan Sabtu dan Minggu (23/12/2018) kemarin.

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto memaparkan kasus ini terungkap setelah mendapat laporan masyarakat terkait akan adanya transaksi narkoba di Jalan Sei Situmandi, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru. “Setelah mendapat informasi tersebut, tim langsung menuju TKP dan menangkap salah satu pelaku (Abdul Bayu) dengan barang bukti 3,5 kg sabu-sabu pada 22 Desember 2018 lalu,” kata Agus saat pemaparan didampingi Wakapolda Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihanato, Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hermanto, Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo dan sejumlah pejabat Polrestabes Medan, Rabu (26/12/2018).

            Sehari setelahnya, Satres Narkoba Polrestabes Medan kembali meringkus 3 tersangka lain yakni Junaidy Sulfan, Aminal dan Aupek di Pintu Keluar Tol Amplas yang membawa narkoba dari Malaysia. Dari ke tiga tersangka itu, polisi menyita 45 kg sabu, 40.000 butir ekstasi, serta 6 kg methamphaetamine (bahan baku sabu), yang disimpan di dalam mobil.

            Para tersangka sebelumnya sempat mengelabui petugas dengan menggunakan dua mobil berbeda. “Mereka naik 2 mobil. Tersangka Junaidi dan Aminal naik kendaraan Avanza. Satu lagi naik mobil jenis Delux. Mereka sedang bertransaksi dan membawa narkoba cukup besar,” tutur Irjen Agus Andrianto.

Menurut Kapoldasu, dengan gagalnya narkoba tersebut beredar, artinya ratusan jiwa masyarakat Indonesia berhasil diselamatkan dari ketergantungan. Apalagi, sasaran para pelaku, pil ekstasi dan sabu tersebut akan diedarkan pada hari Natal dan Tahun Baru 2019 nanti. “Rencananya, narkoba ini untuk konsumsi pada Natal dan Tahun Baru. Segalanya cukup besar yakni, 48.5 Kg sabu, 40 ribu butir pil ekstasi dan metafetamin. Ini bahan baku yang bisa menjadikan cukup banyak narkoba,” jelas Irjen Agus.

Hasil interogasi lebih lanjut diketahui bahwa keempat orang tersangka tersebut ternyata saling berhubungan dan merupakan jaringan. “Mereka adalah komplotan dan jaringan narkoba Medan-Dumai-Malaysia. Mereka bertiga berangkat dari Dumai menuju Medan. Rencananya barang itu akan diterima dari Pak Cik di Malaysia,” ungkap Kombes Dadang.

Pak Cik kini sedang dalam buronan polisi. “Identitas Pak Cik sudah kami kantongi. Kasus ini dalam tahap pengembangan untuk mengungkap jaringan dari Malaysia ini,” pungkasnya.

Selain barang bukti 48,5 kg sabu dan 40 ribu butir ekstasi, polisi juga menyita 6 kg keytamin, 1 unit timbangan elektronik, 1 bungkus plastik klip, 9 unit ponsel dan 11 kartu ATM.

Keempat tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya pidana mati atau pidana seumur hidup atau pidana paling lama paling singkat enam tahun paling lama 20 penjara.

You might also like