PELECEHAN SEKS ANAK

Polres Asahan Bongkar Sindikat Narkoba Internasional, 11 Kg Sabu Diamankan

Hendak Ditangkap Melawan Polisi, Dua Tersangka Terpaksa Ditembak

Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan berhasil membongkar jaringan sindikat narkoba internasional. Selain membekuk dua tersangka, polisi juga menyita 11 kg sabu asal Malaysia.

Kedua tersangka masing-masing Rinalta Sembiring Pandia, warga Pasar 4 Tuntungan Kecamatan Kutalimbaru dan Bahtera Sembiring Kembaren, warga Kecamatan Pancur Batu, Deliserdang. Mereka diringkus dari kawasan Dusun 8 Perkebunan PTPN IV Ajamu, Desa Teluk Sentosa Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, Rabu (12/12/2018) Kemarin. Dari keduanya disita barang bukti 11 bungkus kemasan berisi sabu-sabu, 1 tas ransel, 2 unit handphone dan satu unit sepeda motor Yamaha N-Max BK 3787 AHF. Keduanya tersangka itu terpaksa ditembak kakinya karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu SIK, MH, Kamis (13/12/2018), memaparkan kronologi penangkapan dua tersangka jaringan sindikat narkoba internasional tersebut. Medio Oktober 2018 lalu, Polres Asahan menerima informasi dari masyarakat terkait peredaran narkoba jaringan internasional yang masuk melalui perairan Asahan. Informasi itu pun ditelusuri. Polisi pun melakukan pengintaian selama dua bulan.

Pada Selasa (11/12/2018), didapat informasi adanya kapal pembawa narkoba masuk ke perairan Asahan. Polisi pun mengikuti kapal tersebut hingga ke perairan Sei Berombang, Labuhanbatu, dan bersandar di aliran Sungai Barumun. Jaringan sindikat narkoba internasional tersebut sempat lolos dari intaian polisi. Berkat kegigihan petugas Satresnarkoba Polres Asahan, keberadaan kedua tersangka cepat diketahui. Polisi langsung menangkap keduanya saat melintas dengan mengendarai sepeda motor di kawasan Dusun 8 Perkebunan PTPN IV Ajamu Desa Teluk Sentosa Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, Rabu (12/12/2018) kemarin. Saat hendak ditangkap, keduanya melakukan perlawanan hingga memaksa polisi menembak kaki kedua tersangka tersebut.

Polisi memeriksa tas ransel kedua tersangka. Dari dalamnya ditemukan 8 bungkus kemasan berisi sabu-sabu. Selanjutnya dari jok sepedamotor tersangka ditemukan 3 bungkus kemasan berisi sabu. Bersama barang bukti sabu yang diperkirakan mencapai 11 kg itu, keduanya langsung diboyong ke Mapolres Asahan untuk diproses lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa sabu itu berasal dari Malaysia untuk dipasarkan di Medan. “Kedua tersangka mengaku disuruh PG untuk menjemput sabu dengan imbalan atau upah Rp 6 juta. PG sendiri merupakan narapidana di salah satu Lapas di Sumatera Utara,” papar Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu didampingi Wakapolres Kompol Taufik, Kabag Ren Kompol Yatim, Kasat Narkoba AKP Wilson Siregar, Kasubbag Humas Iptu Tisna, Kasi Propam Iptu Cecep Suhendra di Mapolres Asahan.

Terungkapnya jaringan sindikat narkoba internasional itu, ujar AKBP Faisal, merupakan bukti keseriusan Polres Asahan memberantas peredaran narkoba. “Kami tidak akan memberi ampun bagi para bandar maupun pengedar narkotika. Jangan coba-coba mengedarkan narkotika di Kabupaten Asahan. Siapapun pelakunya pasti akan kami tindak tegas,” pungkasnya seraya mmenghimbau masyarakat untuk bersama polisi memerangi narkoba.

You might also like