Penyuap Bupati Pakpak Bharat Ditahan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi KPK) resmi menahan Direktur PT TMU, Rijal Efendi Padang setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan sejumlah proyek di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Rijal yang diduga berperan sebagai pihak pemberi suap atau penyuap terhadap tersangka Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu itu, ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Cipinang, Jakarta Timur.

“Setelah menjalani pemeriksaan, tersangka ditahan untuk 20 hari pertama sehak 30 November 19 Desember 2018,” ujar Plh Juru Bicara KPK Yuyuk Andriati dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (14/12/2018) malam.

Yuyuk menjelaskan, Rijal selaku Direktur PT TMU dlduga telah melakukan tindak pidana korupsi memberi hadiah atau janji kepada Remigo bersama-sama dua tersangka lainnya, yakni Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali (DAK); dan pihak swasta Hendriko Sembiring (HSE).

Sebagai pelaksana proyek, kata Yuyuk, Rijal diminta oleh David untuk memberikan sejumlah uang sebagai komitmen Fee sebesar 15 persen dari suatu nilai proyek kepada Bupati. Diduga, sambung Yuyuk, praktik pemberian fee seperti itu sudah menjadi kebiasaan.

Untuk memenuhi komitmen fee itu, lanjut Yuyuk, Rijal telah menyerahkan uang senilai Rp200 juta kepada Bupati Pakpak melalui David dengan modus mentransfer menggunakan rekening Hendriko Sembiring.

“Uang Rp200 juta diserahkan ke Bupati Pakpak dan kemudian diamankan oleh penyidik KPK,” ucap Yuyuk.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka penerima suap sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Pakpak Bharat.Ketiganya yakni, Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda ‎Berutu (RYB); Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali (DAK); dan pihak swasta Hendriko Sembiring (HSE).

Remigo diduga menerima suap sebesar Rp550 juta dari sejumlah proyek di wilayahnya. Uang Rp550 juta tersebut diterima Remigo dalam tiga ‎tahapan melalui pihak perantara. David Anderson dan Hendriko Sembiring diduga sebagai perantara suap untuk Remigo.

Remigo diduga menggunakan uang suapnya untuk kepentingan pribadi serta guna mengamankan kasus yang menjerat istrinya di penegak hukum lain di Medan. KPK masih mengembangkan perkara ini terhadap pihak-pihak yang diduga memberikan suap untuk Bupati Pakpak Bharat.

Atas perbuatannya, Remigo, David, Hendriko disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.‎

Sedangkan Rijal, disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.