KPK IKLAN

Kapoldasu: “Tenang dan Jangan Terpancing Emosi”

Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto mensinyalir ada oknum-oknum tertentu yang ingin merusak kondusifitas Langkat dengan cara membakar puluhan Alquran di belakang Masjid Nurul Huda, Lingkungan III Kelurahan Paya Mabar, Stabat. Ia pun menghimbau semua elemen masyarakat untuk tidak terpancing provokasi.

”Sudah ada saksi diperiksa di Polres Langkat. Dalam kasus ini, kita harus pelan-pelan melakukan pendekatan kepada warga di sekitar TKP. Karena ini masalahnya sangat sensitif. Yang bersangkutan mungkin juga takut dan mudah-mudahan dengan pendekatan-pendekatan persuasif yang kita lakukan, kita bisa peroleh informasi yang seakurat mungkin terkait dengan pelaku,” ucap Irjen Agus Andrianto di sela-sela paparan pengungkapan kasus penyelundupan 48,5 kg sabu di Mapolrestabes Medan, Rabu (26/12).

            Kapolda juga mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi terhadap peristiwa tersebut. ” Kita akan upayakan untuk segera bisa mengungkap masalah ini, tentunya harus didukung oleh informasi-informasi yang akurat dari masyarakat. Mudah-mudahan pelaku yang punya niat tak baik kepada Sumatera Utara ini, bisa kita ungkap,” ujarnya.

Sebelumnya, masyarkat sempat dihebohkan dengan pembakaran kitab suci Alquran di sekitar Taman Pendidikan Quran (TPQ) Mujahid Generasi Alquran, tepat di belakang Masjid Nurul Huda, Kelurahan Payamabar, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Senin (24/12/2018) lalu. Sampai berita diterbitkan, pelakunya belum diketahui.

You might also like