PELECEHAN SEKS ANAK

Inilah Cara Sindikat Menyelundupkan 48 kg Sabu dari Malaysia ke Medan

Satres Narkoba Polrestabes Medan dibantu Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan  peredaran 48,5 kg sabu dan 40 ribu ekstasi untuk pesta pergantian tahun baru 2019 di Medan. Selain mengamankan seluruh barang bukti narkoba itu, polisi juga mencokok empat tersangka sindikat narkoba internasional tersebut.

             Dari hasil penyidikan, diketahui barang bukti 48,5 kg sabu dan 40 ribu butir ekstasi, 6 kg keytamin diselundupkan dari Malaysia ke Medan melalui Dumai. Barang haram itu tiba di Dumai sekitar Sabtu, 22 Desember 2018 lalu.

            Kasus besar ini mendapat perhatian dari Kapoldasu Irjen Agus Andrianto. Jenderal polisi bintang dua ini langsung memimpin pemaparan pengungkapan peredaran narkoba ini di Mapolrestabes Medan, Rabu (26/12/2018). Awalnya tertangkap Abdul Bayu dengan barang bukti 3,5 kg sabu. Kemudian diringkus tiga orang lainnya yakni Zunaidi Zulpan, Aminal dan Aupek dengan barang bukti 45 kg sabu dan 40 ribu butir ekstasi serta 6 kg keytamin.

            Di hadapan Kapoldasu Irjen Agus Andrianto, Wakapoldasu Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto, Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto, salah seorang tersangka, Aupek menceritakan upaya penyelundupan barang haram tersebut yang dilakukan dengan cara konvensional. “Saya ambil barangnya di Dumai dan dibawa lewat jalur darat,” katanya saat pemaparan kasus ini di Polrestabes Medan.

 Narkoba yang diketahui dari Malaysia ini dikirim ke Medan melalui Dumai. Aupek selaku kurir membawanya menggunakan mobil Hilux, sementara dua orang tersangka lainnya, Junaidy Zulfan dan Aminal membawa mobil Avanza “kosong” untuk mengelabui petugas.

 Rencananya, barang haram tersebut akan dikirim kepada salah seorang bernama Pak Cik, yang kini telah diburon polisi. Hanya saja, barang tersebut tak diserahkan secara langsung. “Kami buang di pinggir jalan. Nanti akan ada orang yang ambil,” jelas Aupek.

Aupek sendiri diupah Rp20 juta untuk setiap kg sabu yang berhasil dibawa. Namun, dalam misi keduanya kali ini, upah tersebut sama sekali belum diperoleh. Misi pertamanya, dia sukses membawa 10 kg sabu dari Malaysia dengan cara yang sama. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Aupek dan dua kawannya tersebut diancam humuman mati, atau setidaknya 20 tahun hukuman penjara.

You might also like