Diknas Jambi Kembali Tercoreng Kasus Dugaan Korupsi

Kasus dugaan tindak pidana Korupsi uang insentif guru honorer Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Provinsi Jambi, Rp Rp 20,176 milyar, melibatkan seorang wanita Cantik, berinisial. Haya, S.Pd, bin Ismail. Oknum Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Dari register perkara nomor :39/Pid.Sus-TPK/2018/PN/Jmb, tertanggal 13 Nov 2018 telah ditetapkan tiga majelis hakim, terdiri Hakim Ketua, Dedy Muchti Nugroho, didampingi dua anggotanya, Morailam Purba dan Amir Aswan, dan panitera pengganti, Dian Wahyudi, untuk menangani persidangan ini.

Kasi Intel Kejari Jambi, Rais (sebelah kiri). Fhoto-tribunjambi

Haya dijadikan tersangka, dengan tuduhan, telah merugikan keuangan Negara, sebesar Rp 1 miliar, ketika mengelolah kucuran dana Insentif guru honorir sebesar Rp 20,176 milyar, pada tahun 2014, sebesar Rp 6,95 miliar. Tahun 2015 Rp 5,246 miliar, dan tahun 2016 Rp 7,98 miliar.

Akibat dari perbuatan itu, tersangka diancam melanggar pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberan tasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Majalah Forum, Jum’at (30/11) menyebutkan, Haya, menja bat sebagai ketua lembaga PAUD percontohan CBC Mawaddah Warohmah, sejak tahun 2012 hingga 2016. Pada tahun 2014, hingga tahun 2016, Haya mendapat kucuran dana Insentif, untuk Guru honor PAUD, dari Pemerintah.

Namun, dari hasil Pemeriksaan BPKP Jambi, kucuran dana untuk Insentif Guru honor PAUD Provinsi Jambi tahun 2014-2016 yang dipimpin oleh tersangka Haya, terdapat kerugian Negara sekitar Rp 1,068 miliar, dari itu BPKP membuat Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), pada penyidik Kejari Jambi. Kemudian ,sejak 13 Agustus 2018 lalu, tersangka Haya menjalani pemeriksaan oleh pihak Kejaksaan Negri Kota Jambi.

Setelah menjalani pemeriksaan selama lima jam, sejak pukul 10.00 wib, hingga pukul 13.00 wib, menurut Kasi Pidsus Kejari, Ikrar, saksi Haya langsung ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan di Lapas Klas II A, Haya diantar dengan menggunakan mobil plat merah  BH- 1189 HZ, milik Kejari Kota Jambi.

Mantan Ketua Lembaga PAUD percontohan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Capacity Building Center (CBC) berinisial H, langsung dijebloskan ke Lapas kelas II A, Jambi, Senin (13/8/18). (tribunjambi/mareza sutan aj)

Ikrar juga menjelaskan, tentang Haya “ Di itu saat diperiksa tidak kooperatif, karena memberi keterangan berbelit-belit, hingga pemeriksaan terachir (yang ketiga kalinya), dengan 10 pertanyaa,” kata Ikrar, seraya menambahkan “ Tersangka kita tahan untuk 20 hari kedepan. Dan nanti kita akan perpanjang lagi 40 hari,” katanya.

Menurut Ikrar, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus ini di ketuai Jaksa, Roniul Mubaroq. Adapun berkas tersangka kasus dugaan korupsi dana intensif guru honorer Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Selasa (13/11/18).Humas Pengadilan Tipikor Jambi, Makararoda Hafat, saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya mengakui dan membenarkan, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi telah melimpahkan kasus perkara dugaan korupsi atas nama Haya ke Pengadilan Tipikor Jambi, Selasa siang. “Ya, tadi limpahnya. Kita mulai input datanya sekitar jam 13.00 wib,” ungkapnya. (Djohan) Jambi.