Difitnah, Tokoh Masyarakat Batubara Melapor ke Polda

Muhammad Zein alias Aciang, nelangsa. Aura sedih memancar di wajahnya. Tokoh masyarakat Batubara ini tak menyangka dizholimi dengan tuduhan fitnah yang sangat keji. Nama baiknya dicemarkan lewat media sosial maupun media massa hingga merusak harkat dan martabat keluarganya. “Ini fitnah. Sungguh keji. Saya benar-benar dizholimi,” lirihnya.

Aciang dituduh menyerobot atau menggarap tanah orang lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan dirinya. “Bagaimana mungkin mereka bisa menuduh saya menyerobot dan menggarap tanah orang lain yang sama sekali tidak pernah saya kuasai, atau saya akui sebagai milik saya. Ini jelas fitnah dan tuduhan yang tidak berdasar,” ucap Aciang didampingi kuasa hukumnya Ericson Tomy TG SH dan Awaluddin SH dari Law Office Arizal SH MH & Rekan, Senin (3/12/2018) malam.

Aciang sebelumnya difitnah dengan tuduhan menggarap atau menyerobot tanah orang lain. Fitnah tanpa dasar itu dilakukan segelintir orang lewat unjuk rasa ke DPRD Batubara, Rabu (28/11/2018) lalu. Bahkan, pengunjukrasa menuduh pemuka masyarakat Batubara ini sebagai mafia tanah. “Sudah sangat keterlaluan. Entah darimana informasi yang tidak benar itu mereka terima,” tuturnya.

Medio 2016 silam, Aciang mengaku pernah dilaporkan Ramlan alias Sigok ke Polres Batubara dengan tuduhan menguasai lahan tanpa hak. Laporan Sigok tercatat dalam Nomor: LP/206/VII/2016/SU/Res.B.Batubara tertanggal 02 Juli 2016. Atas laporan ini, Aciang menjelaskan kepada penyidik kepolisian bahwa ia sama sekali tidak ada menguasai tanah di Dusun VI Desa Kuala Tanjung seperti yang dituduhkan. “Itu bukan punya saya, mana mungkin saya kuasai,” paparnya.

Meski sudah terzholimi, Aciang tidak ingin memperpanjang kesalahpahaman itu. Ia tidak mau melaporkan balik Sigok atas kesalahan tersebut. “Ini hanya sebuah kesalahpahaman saja. Masalahnya sudah clear,” ujarnya.

Tanpa dinyana, belakangan aksi unjukrasa mengatasnamakan Forum Masyarakat Menolak Ketidakadilan (Forgammka) yang dikoordinir Julianus Sembiring menyebut nama Aciang sebagai mafia tanah. Bahkan, Aciang disebut-sebut terkait dengan kasus tanah di Dusun Tangkahan Desa Medang, Kecamatan Medang Deras, yang dilaporkan Nainah ke Polres Batubara. “Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak ada kaitannya. Itu bukan tanah saya. Tidak pernah saya kuasai, apalagi diakui sebagai milik saya,” tegas Aciang.

Awalnya Aciang tidak mau ambil pusing dengan tuduhan tidak berdasar itu. Ia sempat menganggapnya hanya sebagai sebuah kekeliruan. Namun, karena tuduhan fitnah tersebut telah mencemarkan nama baik dirinya hingga merusak harkat dan martabat keluarganya, Aciang merasa perlu meluruskan masalah itu melalui jalur hukum. “Biarlah hukum yang bicara. Hukum akan menjelaskan ini semua. Semoga lewat jalur hukum, fitnah-fitnah itu tidak berkelanjutan,” katanya diamini para kuasa hukumnya.

Terkait fitnah itu, Aciang didampingi kuasa hukumnya telah melaporkan Julianus Sembiring dan kawan-kawan ke Mapolda Sumatera Utara. Laporannya tercatat Nomor: LP/1676/XII/2018/SPKT “I” tanggal 03 Desember 2018. “Kita berharap Polda Sumatera Utara segera menindaklanjuti laporan ini,” tukas kuasa hukum Ericson Tomy TG SH diiyakan rekannya Awaludin SH.