KPK IKLAN

Biadab! Puluhan Alqur’an Dibakar OTK di Stabat

Aksi biadab kembali terjadi. Puluhan Alquran dibakar orang tak dikenal (OTK) di belakang Masjid Nurul Huda, Kelurahan Paya Mabar, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Video pembakaran kitab suci umat Islam itu beredar hingga membuat gerah warga.

Peristiwa pembakaran Alquran tersebut diperkirakan terjadi Senin (24/12/2018) sekira jam 15:00 WIB. Dibakarnya kitab suci diketahui saat jamaah hendak menunaikan Sholat Ashar. Beberapa jamaah seperti Tahir, Zaid, Sadikin dan Murni yang mengetahui kejadian langsung menghubungi kepala lingkungan yang kemudian membuat pengaduan kepada aparat kepolisian.

Sebanyak 20 Alquran yang sudah terbakar itu ditemukan warga di Pondok Taman Pendidikan Quran (TPQ) Mujahid Generasi Alquran persis di belakang masjid. Dalam kejadian itu ada dua Alquran yang tidak terbakar meski sudah berada di tanah.

Sadikin mengatakan, umat Islam yang benar-benar paham dengan ajaran agamanya tidak akan mungkin tega membakar kitab suci tersebut. “Kami belum mau berspekulasi. Saat ini kami menyerahkan proses hukum kasusnya kepada aparat kepolisian. Saya yakin pelakunya tidak satu orang dan terkoordinir,” ujar Sadikin, Selasa (25/12/2018).

Sementara jamaah lain, Tahir, sangat tidak yakin tindakan biadab itu dilakukan orang yang memiliki gangguan kejiwaan. “Kalau dilakukan orang yang memiliki gangguan jiwa pasti buku-buku yang ada juga dibakar, tetapi seluruh buku tulis dan buku bacaan lain utuh tidak dibakar, hanya alquran saja yang dimusnahkan,” katanya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaupaten Langkat H Ahmad Mahfudz yang berada di lokasi kejadian mengutuk pelaku pembakaran tersebut. Mahfudz terlihat sangat geram bahkan mengatakan ingin memotong tangan pelaku.

Ketua MUI berharap aparat kepolisian mampu mengusut pelaku agar amarah umat Islam tidak berkelanjutan. Sedangkan beberapa jamaah Masjid Nurul Huda lainnya mengatakan telah berencana untuk aksi damai ke beberapa lokasi dalam waktu yang belum ditentukan apabila kasusnya tidak terungkap. “Sudah banyak yang marah bahkan umat Islam dari luar daerah sudah komunikasi, tetapi kami masih menahan diri,” tutur Sadikin.

Di lokasi pembakaran ditemukan tutup botol air mineral bearoma bahan bakar minyak yang diduga digunakan pelaku untuk membakar Alquran. “Itu sudah dibawa aparat kepolisian,” kata Tahir.

Lokasi masjid diketahui berdekatan dengan Puskesmas Pembantu kelurahan tersebut dan pabrik mini kelapa sawit. Ruas jalan di depannya juga dapat menuju ke beberapa desa/kelurahan lain. Sementara salah satu kendala yakni areal masjid tidak memiliki CCTV sehingga tidak diketahui siapa yang masuk pada waktu-waktu tersebut.

Kapolsek Stabat AKP Basminton Girsang saat dimintai konfirmasinya Selasa (25/12/2018) siang mengatakan penanganan kasus tersebut di Polres Langkat. “Kami tetap membantu,” katanya. Sementara beberapa umat Islam dari luar Kabupaten Langkat yang mengetahui aksi pembakaran itu berdoa agar aparat kepolisian diberi kemudahan untuk meringkus pelaku.

You might also like