Bekas Mensos Idrus Marham Segera Disidang, KPK Siapkan 64 Orang Saksi

Mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, bakal segera menduduki kursi pesakitan. Bekas Menteri Sosial ini terjerat kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

            Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, memastikan kasus Idrus segera disidangkan. “Penyidikan untuk IM (Idrus Marham) telah selesai. Hari ini Penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti pada Penuntut Umum,” kata Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (28/12/2018).

            Menurut dia, persidangan Idrus rencananya akan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Saat ini, jaksa penuntut umum KPK tengah mempersiapkan dakwaan dan berkas perkara untuk dilimpahkan ke pengadilan. “Sekitar 64 orang saksi telah diperiksa selama proses penyidikan,” ucap Febri.

Pada kasus ini, KPK baru menjerat tiga orang tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, pemilik Blackgold Natural Resources Limited Johanes Budisutrino Kotjo, dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham. Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kasus ini.

Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold untuk menggarap proyek PLTU Riau-1. Mantan Sekjen Golkar itu dijanjikan uang USD 1,5 juga oleh Johanes jika berhasil menggarap proyek senilai USD 900 juta itu.

Proyek PLTU Riau-1 sendiri masuk dalam proyek 35 ribu Megawatt yang rencananya bakal digarap Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd.

Pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo divonis pidana penjara 2 tahun 8 bulan. Hakim menyatakan, Kotjo terbukti menyuap Eni Maulani Saragih dan Idrus Rp 4,750 miliar. Sementara itu, Eni Saragih masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

You might also like