Alat Deteksi Bencana Buatan Mahasiswa Universitas Indonesia

Laboratorium Riset Bencana Kebumian Departemen Geosains, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Indonesia (UI) siap menambah jumlah alat deteksi dini gempa bumi yang akan dipasang di daerah rawan bencana.

“Kami akan pasang lagi insya’Allah di Donggala, Palu, Cimandiri Lebak Banten dan beberapa daerah sekitarnya, setelah pemasangan di Lombok terbukti bagus,” kata Ketua Laboratorium Riset Bencana Kebumian Departemen Geosains, FMIPA, Universitas Indonesia, Supriyanto , Minggu (02/12/2018).

Alat Earthquake Warning Alert System (EWAS) dipasang di sejumlah rumah warga bertujuan membantu masyarakat mewaspadai jika mendengar peringatan dini pada saat terjadi gempa bumi. EWAS memberi tanda peringatan gempa bumi berupa bunyi sirine yang keras.

Setelah melalui evaluasi pemasangan di Lombok, sistem ini efektif mendeteksi guncangan gempa dengan magnitudo kecil, yang terjadi beberapa saat sebelum gempa utama.

“Sistem peringatan dini ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi warga masyarakat untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan diri sehingga mampu mengurangi dampak negatif dan kerugian akibat gempa bumi”, tambah Supriyanto.