113 Napi Kabur dari LP Lambaro, Bos Sabu Rp 114 Miliar Diboyong BNN ke Jakarta

Kaburnya 113 narapidana dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Lambaro, Aceh Besar, membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) terpaksa membawa Murtala Ilyas ke Jakarta. Murtala merupakan salah seorang penghuni LP tersebut yang dipidana selama 19 tahun penjara terkait kasus sabu senilai Rp 114 miliar.

“Tidak ada (isu pembebasan gembong narkoba),” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh Agus Toyib kepada wartawan di Lapas Banda Aceh, Jumat (30/11/2018) sore.

Agus mengatakan Murtala sudah dibawa Badan Narkotika Nasional (BNN) dan akan diterbangkan ke Jakarta. Penangkapan Murtala dilakukan Jumat pagi. “(Murtala) tadi pagi sudah dibawa BNN ke Jakarta. Diambil dari sini. Dia tidak ikut kabur,” jelas Agus.

Seperti diketahui, Murtala Ilyas adalah gembong narkoba yang divonis 19 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bireuen, Aceh terkait kasus TPPU. Dalam persidangan yang berlangsung Jumat 28 Juli 2017, majelis hakim juga memutuskan barang bukti uang yang total jumlahnya sebanyak Rp 144 miliar dirampas untuk negara.

Tak terima, Murtala kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh. Setelah melalui persidangan, hakim mengurangi hukumannya menjadi tiga tahun penjara. Hakim juga memvonis uang sebanyak Rp 144 miliar dikembalikan untuk Murtala.

Kasus itu berlanjut hingga ke tingkat kasasi. Hakim Mahkamah Agung (MA) membatalkan putusan PT Banda Aceh dan menghukum Murtala dengan hukuman 8 tahun penjara. Selain itu, dalam sidang juga diputuskan barang bukti uang Rp 144 miliar serta harta bergerak lainnya dirampas untuk negara.

Selama menjalani persidangan, Murtala mendekam di Rutan Bireuen, Aceh. Pada Juli 2018 lalu, dia dipindahkan ke Lapas Lambaro Aceh Bsar. Murtala sendiri ditangkap pada 19 November 2016 di Medan, saat hendak berangkat ke Malaysia.

Insiden kaburnya 113 napi di Lapas Banda Aceh terjadi setelah para narapidana ini membobol kawat pembatas dan jendela dengan menggunakan barbel dan batu. Sipir yang bertugas saat itu disebut tidak dapat berbuat banyak. Dari 113 napi yang kabur, hingga Sabtu (1/12/2018) pagi, 36 narapidana sudah berhasil ditangkap kembali.