Sumut Butuh Integrasi Sawit-Sapi

Akademisi Fakultas Pertanian USU, Prof Hasnudi menegaskan, Provinsi Sumatera Utara (Provsu) harus menerapkan kebijakan Integrasi Sawit-Sapi untuk mendukung swasembada pangan, khususnya daging sapi/kerbau.

“Sudah saatnya Integrasi Sawit-Sapi diterapkan dengan memanfaatkan lahan-lahan perkebunan,” paparnya dalam rapat persiapan menjelang Hari Besar Keagamaan di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu, Kamis (22/11/2018).

Untuk itu, Prof Hasnudi menyarankan pihak pemerintah menjalin kerja sama dengan pengelola perkebunan di wilayah Sumut, baik perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta.

“Kalau lahan perkebunan bisa dimanfaatkan untuk integrasi Sawit-Sapi, target satu juta populasi sapi/kerbau di Sumatera Utara bakal terlampaui,” ujarnya dihadapan Anggota DPD Komite II yang membidangi masalah pertanian, Parlindungan Purba, kalangan importir daging di Sumut, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Langkat, Deliserdang dan Serdangbedagai, KPPU Medan, dan pihak Rumah Potong Hewan (RPH) Medan.

Hal senada dikemukakan perwakilan importir daging sapi Sumut, David Yasin. Ia menyatakan, target satu juta populasi sapi/kerbau bakal sulit terwujud bila ladang penggembalaan minim. “Harus ada good will dari pemerintah untuk menjalin kerja sama dengan pihak perkebunan agar arealnya bisa dimanfaatkan untuk penerapan Integrasi Sawit-Sapi,” tuturnya.

Ia menambahkan, bila hendak menghasilkan 10 ribu ekor sapi/kerbau, minimal dibutuhkan 2.000 ekor indukan. Masalahnya, kata David, belum ada lokasi yang jelas untuk menempatkan ribuan indukan sapi/kerbau itu.

Parlindungan Purba menyambut positif kebijakan Integrasi Sawit-Sapi di areal perkebunan di Sumut. “Kita akan segera mengundang pihak-pihak terkait untuk duduk bersama dalam pemanfaatan lahan perkebunan kelapa sawit itu,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provsu, Ir Dahler Lubis MMA, diwakili Kepala UPTD Kesmavet, Muhaimin Damanik, memaparkan, Sumut menargetkan 1.046.379 populasi sapi/kerbau menuju swasembada daging pada tahun 2022 mendatang. Sejumlah upaya dilakukan, diantaranya penyebaran ternak, mengimpor bakalan untuk dibesarkan di wilayah Sumut, hingga menggencarkan Inseminasi Buatan.

“Tahun 2018, dari populasi awal sebanyak 822.846 ekor sapi/kerbau, ditargetkan bisa berkembang menjadi 846.019 di akhir tahun. Peningkatan itu akan berlanjut hingga mencapai satu juta lebih populasi di tahun 2022,” urainya.

Mengenai harga pangan selama November 2018, pihaknya mengklaim masih relatif stabil. Beras Premium misalnya, pada Minggu I berada dikisaran Rp12.149 per kg, Minggu II Rp12.196 per kg, dan Minggu III Rp12.462 per kg. Begitu juga Beras Medium, di Minggu I Rp11.167 per kg, Minggu II Rp11.032 per kg dan Minggu III Rp11.047 per kg.

“Hanya harga bawang merah yang mengalami kenaikan, dari Minggu I dikisaran Rp23.935 per kilogram, Minggu II Rp25.941 per kilogram dan Minggu III Rp25.714 per kilogram,” tandasnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.