Saksi Membenarkan Terjadinya Tindak Pidana Pemalsuan Oleh Muljono Tedjokusumo

Jakarta- Pengadilan Negeri Jakarta Barat kembali menggelar sidang lanjutan perkara mafia tanah yaitu pada Rabu (21/11/2018), dengan terdakwa mantan Presiden Direktur Jakarta Royale Golf Club, Muljono Tedjokusumo. Kali ini Ketua RT dan RW menjadi saksi dalam persidangan.

Bertindak sebagai saksi adalah Ketua RT 11/05 Keluraha Kedoya Selatan Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Amsir dan Ketua RW 05, Sumardi B Ramlan menjadi saksi persidangan. Dalam kesaksiannya di persidangan para saksi mengaku tidak pernah menandatangani berkas sebagaimana persyaratan untuk penerbitan sertifikat tanah yang dipersoalkan.

TERDAKWA MULJONO TEDJOKUSUMO BERSAMA PARA SAKSI KETUA RT DAN RW MELIHAT BARANG BUKTI DIHADAPAN MAJELIS HAKIM PN JAKARTA BARAT (ABDUL FARID/FORUM)

“Saya tidak pernah merasa tanda tangan untuk pengurusan atas dasar sertifikat terdakwa,” kata Amsir bersama Sumardi dalam persidangan di hadapan Ketua Majelis Hakim Steery Marleine beserta dua anggota Hakim M. Noor dan Achamd Fauzi. Saksi juga menambahkan bahwa terdakwa melakukan pemalsuan surat.

Sidang pun ditunda oleh hakim pekan depan (28/11) dengan keterangan saksi. Jaksa Penuntut Umum, Okta. menegaskan bahwa kesaksian para saksi masih berjalan. “Untuk sidang berikutnya saksi dari Kelurahan, dan lalu selanjutnya dari BPN Jakarta Barat,” ujar JPU.

Sementara itu kuasa hukum tiga korban Akhmad Aldrino Linkoln, mengatakan, kesaksian ketua RT dan RW di muka persidangan dan di bawah sumpah bahwa benar telah terjadi pemalsuan tanda tangan. “Mereka oleh terdakwa sebagai dasar proses terbitnya sejumlah sertifikat tanah,” tuturnya.

Sebelumnya Rabu (14/11/2018) enam saksi dihadiri di persidangan yakni Akhmad Aldrino Linkoln, Muhadi dan Masduki, Suni Ibrahim, Abdurahmman, dan Usman. Dalam kesaksiannya Muhadi selaku ahli waris Ahmad Mimbora dan Salabihin Utong.

Kuasa hukum para korban mafia tanah, Akhmad Aldrino di lokasi tanah di Jln Raya Puri Kembangan RT 11/RW 005 Kel. Kedoya Selatan, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat (dok kantor pengacara Akmal Aldrinof Linkon)

Ia menceritakan terjadinya pelaporan lantaran ketiga Korban melaporkan terdakwa pada tahun 2016 ketika tanah di kawasan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, milik Mahidi Salimin, Ahmad Mimbora dan Salabihin Utong dipasang plang tanah tersebut milik nama Muljono Tedjokusumo dan bersertifikat dan lahan tersebut dijaga oleh sekelompok orang.

Muhadi menambahkan, para saksi tidak pernah melakukan jual beli sama sekali terhadap terdakwa. Sebelumnya mantan Petinggi Golf di salah satu Jakarta didakwa melanggar Pasal 263 ayat (1) jo Pasal 264 Ayat (2) dan jo Pasal 266 Ayat (2) KUHP oleh JPU Okta.

Seperti diketahui tertuang Laporan Polisi nomor LP 261/III/2016/Bareskrim Tgl 14 Maret 2016 dan LP 918/IX/2016/Bareskrim tanggal 7 September 2016. Muljono dilaporkan oleh H. Muhadih, Abdurahman, dan ahli waris Baneng. Menurut Pengacara korban Akhmad Aldrino Linkoln, mantan bos golf salah satu Jakarta menyandang status tersangka kasus dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan menempatkan keterangan palsu pada akta autentik tanah di kawasan Kebon Jeruk, Jakbar, sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 dan 266 KUHP. ABDUL FARID

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.