Pengadar Norkotika Kelas Kakap Ditembak Mati BNN Jawa Tengah

        Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah berhasil mengungkap jaringan narkotika Surakarta. Dalam pengungkapan ini petugas menembak mati pengedar sabu kelas kakap bernama Imam Yoga Prakosa alias Farhan (26), warga RT 4/15 Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta,
  “Tersangka Iman Yoga Prakosa warga Semanggi, Pasar Kliwon, Kota Solo, tewas sesaat setelah ditempak petugas karena saat itu mencoba kabur saat diminta menunjukkan lokasi penyimpanan narkotika,” ungkap  Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Muhammad Nur, di kantor BNNP Jateng.
         Pengungkapan peredaran sabu dengan barang bukti mencapai 2,1 kilogram tersebut bermula dari penangkapan tersangka berinisial RH warga Kadokan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
         Kasus ini bermula dari adanya informasi yang diterima petugas BNNP bahwa Imam bersama rekannya RH (20) warga RT 3/3 Kadokan Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, berangkat dari Surakarta ke Jakarta menggunakan pesawat guna mengambil pesanan sabu di Mangga Dua Square, Jakarta, Rabu (31/10).
Setelah mendapatkan narkotika, RH pulang ke Surakarta terlebih dahulu menggunakan bus jurusan Jakarta-Surabaya. Petugas BNNP Jateng kemudian berkoordinasi dengan Dishub Kota Semarang agar memberhentikan bus yang dimaksud di Terminal Mangkang.
        “Dari penggeledahan terhadap tersangka RH, disita barang bukti berupa tiga plastik berisi narkotika jenis sabu dergan terat bruto keseluruhan 2,1 Kg, satu unit handphone merek Nokia, dan satu buah tas warna biru,” ujarnya.
       Sementara Iman Yoga ditangkap di bandara Solo saat kembali dari Jakarta dengan menggunakan pesawat.
        Selanjutnya dilakukan pengembangan perkara, dan tersangka Imam Yoga diminta menunjukkan gudang tempat penyimpanan narkotika di kawasan Kecamatan Grogol Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo. Saat itu, tersangka mencoba kabur dan melawan sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas.
Nur mengatakan tersangka Iman Yoga merupakan residivis kasus penyalahgunaan narkotika. Tersangka rutin mendatangkan 2 hingga 3 kg sabu dari Jakarta maupun Surabaya untuk diedarkan di wilayah Solo dan sekitarnya dengan berbagai banyak modus untuk mengelabuhi petugas.
       “Untuk peredarannya tidak hanya di wilayah Solo, namun juga di jepara dan pati bahkan diwilayah Jawa Tengah,” tambahnya.