PELECEHAN SEKS ANAK

Pembunuh Wartawan Dufi Ditangkap, Motif Pembunuhan Masih Diselidiki

Polda Metro Jaya membantu Polres Bogor, Jawa Barat, berhasil menangkap pelaku pembunuhan seorang laki-laki yang jenazahnya dimasukkan ke dalam drum plastik berwarna biru di wilayah Klapanunggal. Pelaku ditanglap kemarin (20/11).

“Penangkapan itu dilakukan oleh Subdit III Resmob Polda Metro Jaya. Pelaku ditangkap di dekat cucian motor Omen belakang Kelurahan Bantar Gebang, Kecamatan Bantar Gebang Bekasi, pukul 14.30 WIB,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo, di Jakarta, Selasa (20/11) malam.

Menurut dia, pelaku bernama M Nurhadi. Penangkapan tersangka pembunuhan dipimpin Kompol Handik Zusein, AKP Resa F Marasabessy dan AKP Rovan R Mahenu.

Polisi belum mengetahui motif pembunuhan terhadap korban yang bernama Abdullah Fitri Setiawan alias Dufi. Hingga kini pelaku dibawa ke Polda Metro Jaya Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan.

Dalam penangkapan itu, polisi juga menemukan beberapa barang bukti setelah melakukan penggeledahan ke badan pelaku. Polisi juga menemukan telepon genggam, kartu tanda penduduk (KTP), surat izin mengemudi (SIM), kartu ATM, dan buku tabungan milik korban Dufi.

Ia menambahkan, dalam kasus itu pelaku dikenakan pasal 340 subpasal 338 dan atau pasal 365 ayat (3) subpasal 363 dan atau pasal 480 KUHP. “Kasus ini nantinya akan dilimpahkan ke Polres Bogor untuk ditindaklanjuti kembali, mengingat korban berdomisili dan pelaku berada pada wilayah Polda Metro Jaya,” kata Kombes Argo.

Lokasi dugaan pembunuhan Abdullah Fithri Setiawan (Dufi) dilakukan di kontrakan pelaku atas nama Muhammad Nurhadi di Jalan Swadaya, RT 003 RW 004, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Menurut warga setempat, pelaku dikenal jarang bergaul dan pendiam.

Ketua RT 003 Munasik menyatakan, Nurhadi baru mengontrak selama tujuh bulan di wilayah tersebut. Menurutnya, Nurhadi mengontrak bersama seorang perempuan yang belum diketahui sebagai apa statusnya. Hingga saat ini, Munasik mengaku, pelaku belum melaporkan data diri seperti KTP kepadanya. “Baru ngontrak sekitar tujuh bulan, dia (pelaku) juga belum memberikan data diri, identitasnya belum saya terima,” kata Munasik mengonfirmasi, Rabu (21/11).

Menurut Munasik, Nurhadi merupakan sosok yang jarang bergaul ataupun bertegur sapa dengan tetangga sekitar. Ia hanya dikenal sebagai seorang dengan perawakan tinggi besar yang pendiam. Terkait dengan pekerjaan yang digeluti Nurhadi, Munasik juga tidak mengetahui apapun terkait hal itu.

Sebatas pengetahuannya, Munasik hanya mengetahui bahwa Nurhadi merupakan orang Jawa Timur yang sudah lama tinggal di Bantar Gebang. Jika mengontrak di wilayahnya, ia menyebut belum terlalu lama.  “Setahu saya dia (pelaku) itu orang Jawa Timur, sudah lama juga sepertinya tinggal di Bantar Gebang,” ujarnya.

Sementara itu salah satu warga sekitar, Joni mengaku tidak tahu menahu soal kasus pembunuhan yang dilakukan di dalam kontrakan Nurhadi. Padahal, rumah Joni hanya berkisar dua rumah dari kontrakan pelaku. “Saya enggak tahu apa-apa, malah baru tahu semalam soal ini,” ujarnya.

Ia menuturkan, pada Selasa (20/11) malam sekitar pukul 19.00 WIB, dia dikagetkan dengan puluhan aparat kepolisian yang berdatangan di sekitar kontrakan Nurhadi. Seketika, Joni langsung mencari tahu perihal kedatangan aparat kepolisian tersebut.

Joni mengaku tidak menyangka bila tetangganya terlibat dalam kasus pembunuhan. Menurutnya, Nurhadi dikenal pendiam, tertutup, dan jarang bergaul dengan warga sekitar. Sehingga ia mengaku tak mengenal lebih jauh sosok Nurhadi.

You might also like