Mantan Presdir Jakarta Royale Golf Club Menjalani Sidang Kasus Mafia Tanah

Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) menggelar sidang perdana perkara dugaan pemalsuan surat tanah dengan terdakwa pengusaha Muljono Tedjokusumo, Rabu (7/11).

Dalam sidang perdana ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan surat dakwaan terhadap Muljono yang merupakan mantan Presdir Jakarta Royale Golf Club.

Pengusaha Muljono Tedjokusumo duduk dikursi pesakitan karena terlibat kasus mafia tanah yang berlokasi di Jalan Raya Puri Kembangan RT 011/RW 005 Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk , Jakarta Barat.

JPU mendakwa Muljono telah memalsukan surat dan menempatkan keterangan palsu pada akta autentik.

Lokasi tanah di Jln Raya Puri Kembangan RT 11/RW 005 Kel. Kedoya Selatan, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat yang dikuasai oleh terdakwa Muljono Tedjokusumo (dok kantor pengacara Akmal Aldrinof Linkon)

Atas perbuatannya Muljono didakwa melanggar Pasal 263 ayat (1) Pasal 264 Ayat (2) dan Pasal 266 Ayat (2) KUHP.

Setelah mendengar dakwaan Muljono dan tim kuasa hukum memutuskan tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi. Untuk itu, Majelis Hakim yang dipimpin Sterry Maleine memutuskan melanjutkan persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi pada sidang berikutnya pada Rabu (13/11).

Jaksa Okta tak mempersoalkan langkah Muljono dan tim kuasa hukum untuk tidak mengajukan eksepsi. Menurutnya, eksepsi tidak mempengaruhi pokok perkara.

“Itu hak mereka kalau mereka tidak eksepsi. Eksepsi itu kan bukan pokok materi perkara,” kata Jaksa Okta usai persidangan.

Sementara kuasa hukum Muljono enggan berkomentar mengenai dakwaan terhadap klien mereka. Kuasa Hukum ketiga korban, Akhmad Aldrino Linkoln menuturkan, kasus ini berawal dari kecemasan para korban yang datang mengadu dan meminta bantuan kepada dirinya. “Dari pertemuan dengan para korban tersebut, Aldrino sepakat membawa kasus tersebut ke ranah hukum dengan melaporkannya ke pihak Bareskrim Polri,” ujar Aldrino Aldrinof kepada Wartawan di Jakarta , Jumat (9/11).

KUASA KURBAN AKHMAD ALDRINO LINKOLN (TENGAH) SAAT BERHADAPAN DENGAN PARA PREMAN SURUHAN TERDAKWA MULJONO TEDJOKUSUMO (DOK KANTOR PENGACARA AKHMAD ALDRINO LINKOLN)

Aldrino Linkoln juga meminta pihak kejaksaan dan pengadilan agar memproses sidang kasus mafia tanah dengan transparan. “Saya selaku kuasa hukum dari H. Muhadin, Abdurahman dan ahli waris Baneng ingin mengetuk hati para penegak hukum agar kasus diproses dengan terbuka,” imbuhnya

Aldrino menambahkan, akibat ulah mafia tanah tersebut korban sekarang merasa dirugikan baik secara materi maupun imateri. Menurut Aldrino pihak korban sekarang melaporkan ke saya bahwa mereka mendapatkan intimidasi dari preman yang mengaku suruhan dari terdakwa Muljono Tedjokusumo

“Saya minta agar jaksa dan hakim yang memproses kasus mafia tanah yang melibatkan Muljono Tedjokusumo tersebut diproses dengan transparan dan berkeadilan. Kalau tidak kami akan mengambil langkah langkah hukum,” tegasnya. ABDUL FARID