KPPBC Kualanamu Berulang Kali Gagalkan Penyelundupan Narkoba

Dua Tersangka dan Lebih 1 Kg Sabu Kembali Diamankan

Bea Cukai Kualanamu berulang kali menggagalkan upaya penyelundupan narkoba. Institusi ini ekstra ketat mengawasi penumpang dan barang yang menggunakan jasa penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu.

Informasi diperoleh, Selasa (13/11/2018), Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya B Kualanamu, beberapa waktu lalu kembali berhasil mengungkap kasus penyelundupan sabu seberat 1 kg dan 1,5 butir ekstasi.

”Keberhasilan pengungkapan kasus ini berawal dari hasil profiling dan hasil x-ray petugas Bea dan Cukai bandara Kuala Namu yang berhasil mengungkap kasus ini atas dua tersangka yang membawa barang terlarang dari luar negeri,” jelas Kepala KPPBC Tipe Madya B Kualanamu, Bagoes Putro Tamtomo, Sabtu pekan lalu.

.           Awalnya, petugas Bea Cukai mengamankan AABY warga Malaysia asal Penang. Petugas mencurigai botol suplemen obat yang dibawa AABY saat turun dari pesawat AK 1581 penerbangan Kuala Lumpur-Kualanamu. Saat pemeriksaan di profiling dan x-ray, kecurigaan petugas terbukti. Botol suplemen obat yang dibawa itu ternyata berisi 1,5 butir ekstasi. Petugas pun langsung mengamankan warga negara jiran tersebut.

Selain mengamankan AABY, petugas KPPBC juga berhasil meringkus M warga Indonesia yang tiba dari Kuala Lumpur dengan pesawat MA MH 864 karena membawa sabu seberat 1 kg lebih. “Tersangka M kita tangkap karena membawa sabu (methamphetamine) seberat 1 kg lebih yang disembunyikannya dalam lipatan celana jeans di tas ransel kemudian disamarkan dengan pakaian lainnya,” jelas Bagoes.

Kepastian narkoba dibawa oleh M diketahui setelah lebih dahulu dilakukan narcotest yang kemudian diuji di Balai Pengujian dan Indentifikasi Barang (BPIB) Medan. Hasilnya, serbuk kristal putih yang dikemas dalam dua bungkus plastik yang dibawa M tersebut, merupakan merupakan jenis narkotika golongan 1 berupa methamphetamine atau sabu.

Kedua tersangka penyelundup narkoba berikut barang buktinya langsung diserahkan KPPBC Tipe Madya B Kualanamu ke Poldasu untuk proses hukum selanjutnya. Pihak KPPBC sendiri mengenakan keduanya dengan jeratan melanggar pasal 102 (e) UU No 17/2006 tentang perubahan atas UU No.10/1985 tentang kepabeanan. Sedangkan Poldasu dipastikan menjerat keduanya dengan UU No 35/2009 tentang narkotika.

“Hasil penindakan berupa pelaku, barang bukti dan berkas telah diserahterimakan dari KPPBC TMP B Kualanamu ke Ditres Narkoba Poldasu untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Dari upaya penggagalan 1,012,8 gram sabu dan 1,5 butir ekstasi, maka penegak hukum telah berhasil menyelamatkan lebih kurang 5061 orang dari bahaya narkoba dengan asumsi 1 gram dikonsumsi oleh 5 orang,” pungkas Bagoes menamsilkan bahaya zat haram tersebut. (Bobby Lusaka Purba)