PELECEHAN SEKS ANAK

Ketua PP Muhamadiyah Mengaku Dapat SMS Bernada Ancaman Dari Polda Metro Jaya

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah mengaku mendapat pesan pendek atau SMS bernada ancaman dari Polda Metro Jaya terkait kasus apel dan kemah pemuda Islam 2017 lalu.

Dijelaskan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani, Sabtu (24/11), pemanggilan pada hari Rabu (21/11), dia sudah mendapat pesan pendek (SMS) bernada ancaman, bahwa kasus sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan. Namun Fanani tidak menjelaskan detail SMS tersebut.

Dan saat proses pemeriksaan kemarin, Jumat (23/11), Fanani sempat menanyakan kepada salah satu penyidik, kenapa pemanggilan terhadap mereka maraton, tidak sama seperti kepada inisiator dan penyelenggara kegiatan dalam hal ini Kemenpora.

Mendapat pertanyaan dari Ahmad Fanani, salah satu penyidik Polda Metro Jaya ini malah menjawab enteng. “Suka-suka kami,”  ujar Fanani meniru omongan penyidik itu.

Jawaban penyidik tersebut juga didengar tim pengacaranya. “Kasus ini seperti dikejar-kejar,” kata Fanani lagi.

Kasus yang ditangani Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ini baru dibuka pekan lalu. Pada hari Senin (19/11), sudah ada pemanggilan terhadap tiga saksi.

Mereka adalah Abdul Latif dari Kemenpora, Safarudin selaku ketua kegiatan dari GP Ansor, dan Ahmad Fanani selaku ketua kegiatan dari Pemuda Muhammadiyah.

Fanani sendiri tidak memenuhi panggilan pada Senin itu. Fanani sudah meminta kepada penyidik agar pemeriksaannya ditangguhkan karena sedang persiapan Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah pada 25-28 November 2018 di Yogyakarta.

Fanani yang juga salah satu calon ketua umum di Muktamar nanti meminta agar pemeriksaannya dilakukan sesudah gelaran Muktamar.

Seolah tidak memperdulikan permintaan tersebut, penyidik Ditreskrimsus PMJ kembali memanggil Fanani pada hari Rabu (21/11). Fanani kembali meminta penjadwalan ulang.

Penyidik tidak mau kalah, mereka kembali melayangkan surat panggilan pada hari Jumat (23/11).

Bersama Fanani, juga dipanggil Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dahnil dan Fanani dengan didampingi tim kuasa hukum akhirnya memenuhi panggilan penyidik sebelum salat Jumat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

You might also like