Kejari Medan Eksekusi Terpidana Penggelapan Rp 2,5 M di Disnaker Sumut

Tim Penuntut Pidana Umum Kejari Medan mencokok Tata Padang Simartha dari ruang mediasi Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakretrans) Sumatera Utara, Kamis (15/11/2018). Terpidana kasus penggelapan uang sebesar Rp 2,5 miliar itu tidak melawan saat dilakukan penangkapan. Tata pun dikereng ke Rutan Tanjung Gusta untuk menjalani masa hukuman.

Penangkapan terhadap Tata dilakukan sebagai tindak lanjut eksekusi hasil putusan Pengadilan Tinggi yang telah berkekuatan hukum tetap. “Dimana putusan Pengadilan Tinggi menguatkan putusan Pengadilan Negeri Medan selama tiga tahun penjara,” ucap Kasubsi Penuntutan Pidum Kejari Medan, Marthias Sikumbang kepada wartawan usai melaksanakan eksekusi terpidana ke Rutan Tanjung Gusta untuk menjalani sisa masa hukumannya.

Menurut Marthias, keberadaan terpidana di Disnakertrans Sumut sudah diketahui oleh pihak kejaksaan yang kemudian melakukan pengintaian serta penangkapan ketika terpidana tengah melakukan mediasi dengan pihak PT Tolan Tiga Indonesia yang telah memecatnya.

Martias menerangkan, selama proses penyidikan hingga persidangan di PN Medan, terpidana ditahan di Rutan Tanjung Gusta. Namun dia keluar demi hukum pada tanggal 15 Agustus 2018 lalu dikarenakan  perpanjangan penahanan dari Pengadilan Tinggi (PT) Medan terlambat datang. “Sejak itu sampai tadi pagi dia keluar dan tidak ditahan. Namun setelah putusan dari PT Medan kita terima, kita langsung eksekusi,” sebutnya.

Sebelumnya, Tata Padang Simartha didakwa melakukan penggelapan uang milik PT Tolan Tiga Indonesia sebesar Rp 2,5 miliar. Tata saat itu menjabat sebagai Staf Marketing di perusahaan tersebut. (Zainul/Apri)