Geger Mobil Berdarah Di Sukabumi

Sejumlah warga Kampung Parigi, Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak dan Desa Bojonggaling Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan mobil Daihatsu Xenia terparkir di kebun kelapa sawit, Rabu (28/11/2018).

Mobil berwarna putih tanpa pelat nomor tersebut, seperti sengaja ditinggalkan. Soalnya, sekitar pukul 01.30 WIB warga melihat pengemudi mobil meninggalkan lokasi dengan menumpang kendaraan bermotor yang datang beriringan. Karena curiga, warga melakukan pengencekan dan melaporkan temuan tersebut setelah melihat ada bercak darah di dalam mobil.

Tak lama kemudian, misteri mobil Xenia itupun terkuak setelah rekan pemilik mobil mendatangi lokasi. Ternyata, mobil yang ditemukan warga itu milik sopir online (Grab) yang dirampok penumpang di sekitar daerah Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Rekan pemilik mobil Xenia, Abid Mubarak Zulkarnain mengatakan, ia kebetulan lagi ada urusan di Sukabumi. Setelah mendapat kabar ada mobil ditemukan warga, dirinya langsung ke lokasi.

“Sebelumnya di grup whatsapp kami, mobil driver online yang beroperasi di wilayah Bogor dirampok penumpangnya. Setelah dicek persis ini mobilnya,” kata Abid.

Menurutnya, mobil ini melik rekannya bernama Deni ini dibawa saudaranya. Namun, dirnya belum mendapatkan identitasnya.

“Semalam mobil ini diorder sama penumpang dari Terminal Baranangsiang Bogor ke Bintaro Sektor 9. Tapi saya belum mendapatkan identitas Deni,” ujarnya.

Ia menduga, pengemudi mobil dirampok oleh penumpangnya karena korban ditemukan terluka di jalanan dan saat ini sedang dirawat di salah satu rumah sakit di daerah Serpong.

“Saya belum tahu lukanya di bagian mana saja. Tapi kondisi korban terluka dan saat ini dirawat di Hermina Serpong,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Yadi Kusyadi membenarkan temuan mobil tersebut diduga hasil tindak kejahatan. Polres Sukabumi menerjunkan tim untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan mobil tersebut. Selain itu, kepolisian juga meminta keterangan sejumlah saksi.