Ditahan KPK, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan Mundur Dari Tim Kampanye Prabowo

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan terjerat kasus korupsi dan menjadikannya tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Taufik pun telah mundur dari posisi wakil ketua Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Beliau ingin fokus menangani kasus hukumnya sehingga sudah mundur dari BPN,” kata Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno kepada wartawan di sela deklarasi Komando Ulama untuk Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi) di GOR Sumantri Brojonegoro, Jakarta, Minggu (4/11).

Menurutnya, Taufik telah mundur dari tim sukses pasangan capres Prabowo-Sandi sejak pekan lalu.

“(Pengunduran diri) sudah disampaikan secara lisan, kita sudah maklumi itu. Jadi, kita tak perlu berkutat pada formal,” ujar Eddy.

Selain itu, PAN juga akan melakukan penggantian Taufik dari posisi pimpinan parlemen. Sambil menunggu Ketum PAN Zulkifli Hasan kembali dari luar negeri.

“Kami sudah non aktifkan Pak Taufik sebagai waketum DPP PAN. Setelah ini segera menjalankan proses reposisi beliau dari pimpinan DPR RI. Prosesnya nanti tunggu Pak Zulkifli kembali dari luar negeri,” demikian Eddy.

Taufik sendiri sudah ditahan KPK sejak Jumat (2/11) terkait dugaan penerimaan suap Rp 3,65 miliar dari Bupati Kebumen non aktif Yahya Fuad. Uang suap terkait alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen tahun 2016.