RSUD Cianjur Dicurigai Jual Resep Obat Terlarang

Isu dugaan praktek jual beli kuota pendaftaran Poli Jiwa yang dilakukan oleh RSUD Cianjur, membuat banyak pihak geram. Salah satunya, dari Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Cianjur.

Kasat Narkoba Polres Cianjur, AKP Indra Sani menegaskan, pihaknya akan menindak jika paska diselidiki Poli Jiwa RSUD memberikan kuota pendaftaran kepada pihak yang bukan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa)

Orang nomer satu di Jajaran Satnarkoba Polres Cianjur itu menerangkan, pihaknya memang sudah menerima informasi tentang adanya dugaan praktek pemberian resep obat terlarang, kepada yang bukan ODGJ. Namun, lanjut dia, Satnarkoba harus menerima data data dan informasi lebih lengkap untuk melakukan penindakan.

“Domainnya ada di kita. Saya belom bisa kasih tanggapan lebih lanjut. Pastinya, jika terbukti setelah penyidikan, kami akan lakukan penindakan. Harus tau dulu itu (kronologisnya), karena kebijakan dokter pribadi atau memang kebijakan dari rumah sakitnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ormas yang aktif dalam pengawasan dan kampanye anti narkotika, psikotropika dan obat obatan terlarang, DPC Granat Cianjur mendesak dan berharap pihak kepolisian bisa segera mungkin lakukan penindakan kepada Poli Jiwa RSUD Cianjur. Desakan dari Ormas Granat kepada Satnarkoba Polres Cianjur, bertujuan agar pihak berwajib, segera memangkas mata rantai peredaran obat obatan terlarang. Terlebih, dugaan itu dilakukan oleh rumah sakit yang notabene plat merah.

“Sungguh memprihatinkan, DPC Granat Cianjur punya saksi, bahwa pernah ada kejadian perawat di RSUD Cianjur dengan nama samaran Elloy itu meninggal karena over dosis Alpazolam. Mau tunggu sampe ada yang meninggal lagi, baru lakukan penindakan? Pihak berwajib harus segera bertindak,” tegas Ketua Granat, Rian Hanafiah.

Di tempat lain, Staff Humas RSUD Cianjur, Caca saat dikonfirmasi perihal berita Poli Jiwa RSUD Sayang Cianjur, menegaskan pihaknya meminta kepada kawan-kawan media yang koordinasi dugaan tersebut harus melayangkan surat resmi pertanyaan ke pihak RSUD.

“Kami belum bisa menjawab perihal itu. Namun baiknya pihak media mengirimkan surat resmi untuk mengajukan pertanyaan ditujukan ke Dirut RSUD Cianjur,” ujarnya.