Urus Perizinan, Proyek Meikarta Suap Bupati Bekasi

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin menjadi tersangka dugaan suap terkalt pengurusan Perizinan Proyek Pembangunan Melkarta di Kabupaten Bekasi.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, kegiatan tangkap tangan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari infomasi masyarakat yang diterima KPK hingga dilakukan proses Penyelidikan sejak sekitar November 2017 hingga Senin (15/10/2018) siang ini. Setelah dugaan transaksi antara pihak swasta dan penyelenggara negara terkonfirmasi dengan bukti-bukti awal yang KPK dapatkan.

“Maka d|lakukan kegiatan tangkap tangan di dua lokasi, yaitu Kabupaten Bekasi dan Surabaya pada hari Minggu siang, 14 Oktober 2018 hingga dini hari Senin, 15 Oktober 2018,” kata Laode, Senin (15/10/2018).

Menurutnya, diduga Bupati Bekasi dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari pengusaha terkait pengurusan Perizinan Proyek Pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Pemberian diduga terkait dengan izin izin yang sedang diurus oleh pemilik proyek seluas total 774 ha ini dibagi ke dalam 3 fase/tahap, yaitu Fase pertama 84,6 ha, Fase kedua 252,6 ha, dan Fase ketiga 101,5 ha.

Dia mengatakan, karenanya KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan sembilan orang sebagai tersangka. Yakni diduga sebagai Pemberi BS (Billy Sindoro) Swasta/Direktur Operasional Lippo Group, inisial T (Taryudi) Konsultan Lippo Group, FDP (Fitra Djaja Purnama) Konsuitan Lippo Group, dan HJ (Henry Jasmen) pegawai Lippo Group.

Sementara sebagai tersangka penerima suap adalah NNY (Neneng Hasanah Yasin) Bupati Bekasi periode 2017-2022, J (Jamaludin) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, SMN (Sahat M Nahar) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi, DT (Dewi Wsnawati) Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi, dan NR (Neneng Rahmi) Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 10 orang dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan di Bekasi. Selain itu, KPK juga mengamankan sejumlah uang dalam bentuk dolar Singapura dan Rupiah.

“Satu orang diantaranya dibawa dari Surabaya, yaitu pihak Swasta. Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (15/10/2018).

Dia menambahkan, sedangkan terkait jumlah uang yang diamankan, selain SGD sekitar Rp 1 miliar. KPK juga menemukan ketika mengamankan beberapa pihak di Bekasi sejumlah uang dalam bentuk rupiah dengan nilai lebih dari Rp 500 jutaan.

“KPK terus memperdelam keterlibatan masing-masing pihak terkait proses perizinan properti di Bekasi tersebut. Kami menduga pemberian ini bukanlah yang pertama,” kata Febri

You might also like