Sinar Mas Group Terlibat Suap Anggota DPRD Kalimantan Tengah

 

Wakil Direktur Utama PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk Edy Saputra Suradja resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Pengunduran diri ini merupakan tindak lanjut usai penetapan dirinya sebagai  tersangka yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu (27/10/2018).

Menurut pernyataan perseroan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), SMART sangat menyesalkan pengumuman yang dikeluarkan oleh KPK mengenai investigasi terhadap dugaan korupsi yang melibatkan PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) serta berimplikasi kepada Wakil Direktur Utama PT SMART Tbk yang juga merupakan direktur PT BAP.

“Pada hari ini, telah menerima pengunduran diri Bapak Edy  berlaku efektif segera. Bapak Edy S. Suradja mengajukan pengunduran dirinya terkait keinginannya untuk menghindari adanya gangguan lebih lanjut terhadap PT SMART Tbk, atas implikasi dari penyelidikan yang tengah berlangsung terkait jabatannya di PT BAP dan Direksi telah menerima pengunduran dirinya,” ujar direksi perseoran dalam keterangan kepada BEI, Senin (29/10/18).

Meskipun perusahaan memahami bahwa fokus investigasi KPK adalah interaksi antara karyawan PT BAP dan DPRD Kalteng (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah), namun sesuai dengan kode etik dan kebijakan antikorupsi PT SMART Tbk, perusahaan akan melakukan investigasi internal atas tuduhan ini.

“Apabila ditemukan pelanggaran terhadap kebijakan perusahaan, PT SMART Tbk akan segera mengambil tindakan yang sesuai, termasuk terhadap satu atau lebih karyawan yang terlibat, sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku”, tegas direksi SMART.

Sementara itu Teguh Dudy Syamsuri Zaldi Manager Legal PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia merupakan salah satu tersangka atas dugaan suap anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan dalam bidang perkebunan, kehutanan, penambangan dan lingkungan hidup di Pemerintah Provinsi Kalteng tahun 2018.

Pada saat tangkap tangan yang dilakukan tim penindakan KPK  di Jakarta pada Jumat (26/10), Teguh berada di Kalimantan Tengah. “Sekitar pukul 13.30 WIB tersangka TD menyerahkan diri ke KPK. Usai diperiksa penyidik KPK, yang bersangkutan langsung ditahan di Rutan C1 KPK, kata Kabiro Humas KPK , Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Senin (29/10).

KPK menetapkan tujuh orang tersangka atas dugaan suap anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan dalam bidang perkebunan, kehutanan, penambangan dan lingkungan hidup di Pemerintah Provinsi Kalteng tahun 2018.

Diduga, sejumlah anggota Komisi B DPRD Kalteng telah menerima uang dari petinggi PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) yang merupakan anak usaha Sinar Mas Group terkait pengawasan DPRD Kalimantan Tengah atas pembuangan limbah ke Danau Sembuluh.

Tujuh dari tersangka, empat diantaranya adalah anggota DPRD Kalimantan Tengah yang diduga menerima suap yakni Borak Milton sebagai Ketua Komisi B DPRD Kalimantan Tengah, Punding sebagai sekretaris Komisi B DPRD Kalimantan Tengah, Arisavanah dan Edy Rosada sebagai anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah.

Sementara pemberi suap yakni Edy Saputra Suradja selaku Direktur PT BAP atau Wakil Direktur Utama PT SMART Tbk., Willy Agung Adipradhana selaku CEO PT BAP Wilayah Kalteng bagian Utara, serta Teguh Dudy Zaldy selaku Manajer Legal PT BAP.